- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- Barito Utara Bidik Iklim Investasi Sehat Lewat Raperda Penanaman Modal
- Buka Konsultasi Publik, Pemkab Barito Utara Matangkan Raperda Penanaman Modal
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dua Raperda Dibahas Sekaligus, DPRD Dan Pemkab Barito Utara Sepakat Agendakan Pada Banmus Mendatang
- DPRD Bahas Raperda PSU, Patih Herman Desak Solusi Konkret untuk Jalan Perumahan
- Hadapi Tekanan Fiskal, BPD Didorong Jadi Motor Utama Ekonomi Daerah
Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan 5 Tahun ke Depan

Keterangan Gambar : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Plataran Musium Petta kota Blitar segenap tokoh masyarakat, LSM dan para awak media Blitar Raya mencatat keberhasilan dan prestasi gemilang masa pemerintahan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dan Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, gelaran paparan pada Minggu Malam ( 01/03/26) juga di kemas dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional bertajuk
“Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan 5 Tahun ke Depan” dengan konsep Ngopi Ramadan (Ngobrol Gagasan dan Opini Publik Inklusif) bersama Wali Kota Blitar .
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan segenap lapisan masyarakat dalam satu gerbong bersama semua OPD menjalin kolaborasi mencapai anugerah dan penghargaan dalam satu tahun kepemimpinannya bersama jajaran.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
“Untuk itu kami sampaikan terimakasih kepada semua masyarakat, OPD dan instansi terkait, tahun pertama pemerintahan ini telat memperoleh 70 penghargaan, dan saya mendapat teman OPD yang kapabel dalam tata kelola pemerintahan, itu menjadi kebanggaan saya sebagai kepala daerah,” ungkap Mas Ibbin kepada awak media usai kegiatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, media, dan pegiat sosial yang hadir dalam forum tersebut.
Dalam refleksi tersebut, Mas Ibbin sapaan akrab Wali Kota Blitar juga mengungkapkan dengan modal kekompakan dan jiwa gotong royong adalah modal dasar menghadapi tantangan yang semakin besar yang harus dihadapi pemerintah Kota Blitar akibat dampak pemangkasan anggaran sebesar hampir 80 persen.
“Pamangkasan APBD kita hampir 80 persen dipangkas, itu sangat berat bagi kami, sehingga banyak layanan yang nanti akan dipangkas,” tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah program yang terdampak efisiensi anggaran.
“Seperti momen Ramadan ini biasanya ada bingkisan untuk pekerja di Kota Blitar itu juga sekarang tidak ada, yang biasanya mendapat bantuan beras Rastrada juga tinggal separo penerimanya, lalu program yang langsung menyentuh masyarakat seperti Karya Mas juga tinggal separo. Namun saya pastikan hal tersebut tidak mengganggu pelayanan masyarakat,” terangnya.
Atas kebijakan pemerintah pusaat Dia tidak menampik jika menimbulkan opini negatif serta ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat.
“Dari hal itulah kami Kepala Daerah dan pemerintah Kota Blitar meminta maaf kepada semua pihak, karena memang keterbatasan anggaran,” kata Mas Ibbin.
Meski dihimpit efisiensi, Pemkot Blitar mengarahkan kompensasi pemangkasan anggaran untuk program strategis jangka panjang.
“Namun justru kompensasi atas pemangkasan ini akan kita arahkan untuk sesuatu hal di masa depan seperti pendidikan, lalu yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi, penanganan stunting, akan banyak program-program yang merupakan investasi jangka panjang guna mendongkrak PAD,” terang Mas Ibin.
Ia menyebut sektor kesehatan menjadi salah satu tumpuan utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Salah satu catatan untuk pertumbuhan PAD salah satunya adalah rumah sakit karena sumber pendapatan terbesar kita dari jasa termasuk rumah sakit, kesehatan jadi tumpuan utama kita untuk PAD,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Blitar juga akan mendorong digitalisasi layanan untuk meningkatkan pendapatan.
“Kita juga akan mendorong digitalisasi untuk mendongkrak PAD seperti e-parkir di fasilitas pemerintah,” katanya.
Mas Ibin optimistis PAD Kota Blitar tetap tumbuh dalam dua tahun ke depan..“Namun tetap kita harapkan 2026-2027 nanti PAD kita akan tetap naik dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Sektor jasa pariwisata juga akan dimaksimalkan, terutama dari perhotelan dan restoran yang menunjukkan tren kenaikan.
“Akan kita maksimalkan juga sektor jasa-jasa pariwisata yang telah naik dari tahun sebelumnya seperti dari perhotelan dan restoran,” jelasnya.
Terkait efisiensi, Mas Ibin memaparkan kebijakan pemotongan Tambahan Penghasilan (Tukin).
“Untuk target efisiensi pemotongan Tukin, kemarin P3K sudah kita potong 50 persen ya, tahun ini Tukin PNS dipangkas 15 persen. Infonya tahun depan maksimal belanja pegawai 30 persen ya, namun tata kelola kita akan tetap mengikuti tata kelola dari pusat,” paparnya.
Dengan kebijakan tersebut, Pemkot Blitar mampu menghemat anggaran cukup signifikan.
“Dengan memotong 15 persen itu kita bisa menghemat kurang lebih 26 miliar termasuk dari P3K, untuk barang dan jasa termasuk jasa THL sekitar 76 miliar, karena kita harus menyesuaikan dengan pemotongan anggaran 126 miliar,” jelas Wali Kota Blitar.
Ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut merupakan konsekuensi penyesuaian fiskal sebesar 126 miliar Pemkot Blitar harus kencangkan ikat pinggang akibat dampak efisiensi anggaran.
“Efisiensi ini akan kita peruntukan pada program-program yang berdampak langsung dan bermanfaat bagi masyarakat,"pungkasnya. ( za/mp)

















