Breaking News
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
Ini Ungkapan Pdt Daud Tony Setelah Divaksin Nusantara

MEGAPOLITANPOS COM, Jakarta-Seorang Pendeta bernama Daud Toni mengungkapkan kondisi tubuhnya usai mendapat suntikan Vaksin Nusantara besutan Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Menurut Daud Toni, usai mendapat Vaksin Nusantara kondisi tubuhnya semakin fit dalam melakukan aktivitas hariannya sebagai pendeta. "Waktu divaksin Nusantara badan tambah enak, tidur juga tambah enak. Tidak ada efek samping apa-apa," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Kamis (16/12). Daud Toni bercerita, usai dapat Vaksin Nusantara banyak bertemu dengan orang-orang atau jemaatnya yang terjangkit virus SARS-CoV-2 itu. "Pernah kejadian saya naik mobil, sopirnya kena corona sampai karantina. Saya kemudian sampai dicek. Hasilnya tetap negatif," katanya. Suatu kali, kata Daud Toni, dia pernah rapat dengan dan berbincang dengan kawan usai meminta didoakan. Tanpa disadari, orang tersebut terjangkit Covid-19 usai merawat anaknya yang juga terjangkt virus yang disebut berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. "Kejadian itu sering. Bahkan ada jemaat yang minta doa. Habis itu dia ngomong dia penderita corona. Nah, di gereja kita nggak bisa nolak jika ada umat datang. Kita nggak tahu orang yang minta doa ternyata kena corona," ungkapnya. Tak hanya itu, tambahnya, pernah dia diminta mendoakan orang yang akan masuk Unit Gawat Darurat (UGD). "Itu kejadiannya di solo. Waktu habis saya doakan tiba-tiba ada yang datang pakai baju APD. Pasien yang kena corona ini kan buka masker, nggak tahunya mau dikirim ke ventilator," kisahnya. Sejak bulan Juni 2020 lalu mendapat suntikan Vaksin Nusantara, lanjutnya, banyak bertemu orang-orang yang terjangkit Covid-19. "Saya sudah jalan sampai Bali, Surabaya dan Jakarta lewat jalan darat. Banyak ketemu orang-orang kena corona. Kita berinteraksi, nggak masalah dicek tetap negatif aja. Jadi, menurut saya vaksin yang benar ya Vaksin Nusantara. Karena saya sudah nyoba, sekali untuk seumur hidup." "Karena saya ketemu orang-orang yang terjangkit corona sudah sering, kita kan diminta doa untuk jemaat, nggak mungkin kita nolak. Nah, kadang jemaatnya nggak ngomong kalau kena corona dan itu sering kejadian. Semuanya berkat Tuhan, buktinya sampai sekarang negatif corona," katanya. Pendapat senada disampaikan seorang sukarelawan Vaksin Nusantara lainnya, Budi mengungkapkan, sebelum mendapat Vaksin Nusantara dia mengaku susah berjalan lantaran kakinya sakit. "Waktu naik tangga itu susah. Setelah divaksin Nusantara lebih enak untuk naik tangga. Sementara nggak ada masalah setelah divaksin Nusantara," ucapnya. Sejak mendapat vaksin Nusantara pada April 2020 lalu, Antoni mengaku bertamu banyak orang. Namun, hingga kini dia tak pernah merasakan efek samping dan terjangkit Covid-19. "Selama ini ketemu orang banyak, saya di kantor terus. Nggak ada masalah," tandasnya.(*)

















