Breaking News
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
Ini Alasan Ketua Komisi II DPRD Kab.Blitar Kecewa Kepada Distributor Pupuk

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Idris Marbawi mengaku kecewa kepada distributor pupuk yang tidak memenuhi undangan Gapoktan dalam acara sarasehan dengan petani yang tergabung dalam forum Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) se Kecamatan Kanigoro, yang acara tersebut diprakarsai oleh Pemerintahan Desa Karangsono bertempat di ruang terbuka Kantor Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) Karangsono, Selasa ( 11/01/22 ). Idris Marbawi mengatakan seharusnya distributor ini datang dalam rangka memberikan jawaban masalah pendistribusian pupuk bersubsidi yang dinilai masih menjadi persoalan serius, tentunya dengan kehadiran distributor diharapkan akan mampu mengurai persoalan para petani, untuk memperbaiki sesuatu yang masih belum sesuai dengan harapan. “Saya sangat berharap sekali kepada pemangku jabatan dan kepentingan terkait masalah pupuk ini, termasuk regulasinya kepada petani betul-betul sesuai harapan mereka, tidak seperti pada pelaksanakan tahun tahun sebelumnya, pada tahun 2022 pupuk bersubsidi bisa dibagikan kepada Gapoktan dengan adil dan merata dan durasinya benar benar sesuai dengan kebutuhan RDKK petani,” ungkapnya. Sebagai wakil rakyat, Idris Marbawi juga menyampaikan akan terus mendorong kepada Kementan, agar masalah ini terus diperbaiki, mengingat Kementan adalah yang memiliki kewenangan masalah kebijakan pupuk bersubsidi, dan tentang jadwal pendistribusian yang selalu diberikan di ahir tahun bisa dirubah polanya, Legislatif akan meminta kepada lembaga terkait termasuk Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Blitar, agar merubah sistem pendistribusian pupuk yang lama kepada petani, sehingga petani dapat memanfaatkan sesuai dengan tingkat kebutuhan yang di lapangan. “Maka dari itu kita akan terus melakukan evaluasi tentang hak kebutuhan pupuk ditingkat kelompok petani, dan kepada distributor khususnya yang tidak hadir hari ini, apakah ketidak hadirannya memang banyak permasalahan sehingga tidak berani hadir, atau memang ada kesibukan lain, untuk itu saya minta kepada dinas dan para petani untuk menelusuri, kenapa distributor tidak hadir,” tegasnya. Dilain pihak Tugas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono Kades Karansono secara terpisah kepada wartawan menyampaikan, masalah keluhan Gapoktan tetang pupuk bersubsidi, pihaknya sangat berharap atas kehadiran Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah atau minimal Asisten yang membidangi dan Kepala Dinas juga bisa hadir mewakili, namun ternyata hal ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. “Beliau Bupati yang kami undang maupun utusannya tidak ada yang hadir, sehingga mau tidak mau Gapoktan dan petani se Kecamatan Kanigoro sangat kecewa, sedangkan persoalan pupuk bersubsidi ini permasalahannya sangat kompleks, mulai dari RDKK harus masuk ke Poktan untuk dilakukan pendataan sebelum terbentuk RDKK nya agar semua bisa tersalurkan 100 %, namun apa yang terjadi di lapangan yang bisa turun penuh 100 % hanya pupuk Urea saja,” kata Tugas. Dengan ketidak hadiran distributor lanjut Tugas Kades Karangsono yang biasa akrab disapa Bagas ini, pihaknya juga mengaku sangat kecewa terhadap distributor.” Kami semua pantas berburuk sangka kalau permasalahan pupuk bersubsidi adalah diduga ulah permainan oknum distributor,” pungkasnya. Atas carut marutnya pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar, dari utusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian usai acara sarasehan siang itu berjanji akan menelusuri dimana biang kesemrawutan pendistribusian pupuk bersubsidi, dan dengan berbagai keluhan yang disampaikan oleh Gapoktan semua masalah dan usulan akan di teruskan kepada Kepala Dinas untuk di evaluasi dan ditindaklanjuti. ( za/mp )


.jpg)














