Breaking News
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Ini Alasan Ketua Komisi II DPRD Kab.Blitar Kecewa Kepada Distributor Pupuk

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Idris Marbawi mengaku kecewa kepada distributor pupuk yang tidak memenuhi undangan Gapoktan dalam acara sarasehan dengan petani yang tergabung dalam forum Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) se Kecamatan Kanigoro, yang acara tersebut diprakarsai oleh Pemerintahan Desa Karangsono bertempat di ruang terbuka Kantor Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) Karangsono, Selasa ( 11/01/22 ). Idris Marbawi mengatakan seharusnya distributor ini datang dalam rangka memberikan jawaban masalah pendistribusian pupuk bersubsidi yang dinilai masih menjadi persoalan serius, tentunya dengan kehadiran distributor diharapkan akan mampu mengurai persoalan para petani, untuk memperbaiki sesuatu yang masih belum sesuai dengan harapan. “Saya sangat berharap sekali kepada pemangku jabatan dan kepentingan terkait masalah pupuk ini, termasuk regulasinya kepada petani betul-betul sesuai harapan mereka, tidak seperti pada pelaksanakan tahun tahun sebelumnya, pada tahun 2022 pupuk bersubsidi bisa dibagikan kepada Gapoktan dengan adil dan merata dan durasinya benar benar sesuai dengan kebutuhan RDKK petani,” ungkapnya. Sebagai wakil rakyat, Idris Marbawi juga menyampaikan akan terus mendorong kepada Kementan, agar masalah ini terus diperbaiki, mengingat Kementan adalah yang memiliki kewenangan masalah kebijakan pupuk bersubsidi, dan tentang jadwal pendistribusian yang selalu diberikan di ahir tahun bisa dirubah polanya, Legislatif akan meminta kepada lembaga terkait termasuk Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Blitar, agar merubah sistem pendistribusian pupuk yang lama kepada petani, sehingga petani dapat memanfaatkan sesuai dengan tingkat kebutuhan yang di lapangan. “Maka dari itu kita akan terus melakukan evaluasi tentang hak kebutuhan pupuk ditingkat kelompok petani, dan kepada distributor khususnya yang tidak hadir hari ini, apakah ketidak hadirannya memang banyak permasalahan sehingga tidak berani hadir, atau memang ada kesibukan lain, untuk itu saya minta kepada dinas dan para petani untuk menelusuri, kenapa distributor tidak hadir,” tegasnya. Dilain pihak Tugas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono Kades Karansono secara terpisah kepada wartawan menyampaikan, masalah keluhan Gapoktan tetang pupuk bersubsidi, pihaknya sangat berharap atas kehadiran Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah atau minimal Asisten yang membidangi dan Kepala Dinas juga bisa hadir mewakili, namun ternyata hal ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. “Beliau Bupati yang kami undang maupun utusannya tidak ada yang hadir, sehingga mau tidak mau Gapoktan dan petani se Kecamatan Kanigoro sangat kecewa, sedangkan persoalan pupuk bersubsidi ini permasalahannya sangat kompleks, mulai dari RDKK harus masuk ke Poktan untuk dilakukan pendataan sebelum terbentuk RDKK nya agar semua bisa tersalurkan 100 %, namun apa yang terjadi di lapangan yang bisa turun penuh 100 % hanya pupuk Urea saja,” kata Tugas. Dengan ketidak hadiran distributor lanjut Tugas Kades Karangsono yang biasa akrab disapa Bagas ini, pihaknya juga mengaku sangat kecewa terhadap distributor.” Kami semua pantas berburuk sangka kalau permasalahan pupuk bersubsidi adalah diduga ulah permainan oknum distributor,” pungkasnya. Atas carut marutnya pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar, dari utusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian usai acara sarasehan siang itu berjanji akan menelusuri dimana biang kesemrawutan pendistribusian pupuk bersubsidi, dan dengan berbagai keluhan yang disampaikan oleh Gapoktan semua masalah dan usulan akan di teruskan kepada Kepala Dinas untuk di evaluasi dan ditindaklanjuti. ( za/mp )

















