- Raker ke- X Forwat digelar, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi
- Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi
- HUT ke-65 Bank Jakarta Diwarnai Aksi Sosial untuk Sahabat Disabilitas
- KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Rayakan HUT Kota Depok, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Simpatik 25-26 April 2026
- Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum
- Keruntuhan yang Sunyi : Alarm Keras Komisi III DPRD Majalengka dari Jebakan Utang hingga Pembangunan
- Gelar Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2025 DPRD Berikan 20 Catatan penting
Inflasi Pangan Jadi Sorotan, Pemkab Barut Perkuat Sinergi Dengan Pemerintah Pusat

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Inflasi pangan khususnya beras masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah pusat maupun daerah. Melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Kamis (04/09/2025), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh Kepala Daerah memperkuat langkah strategis agar stabilitas harga beras dapat terjaga.
Rakor yang turut diikuti Pj. Bupati Barito Utara Indra Gunawan menekankan pentingnya sinergi, intervensi pasar, hingga pemantauan distribusi bahan pokok. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, koordinasi lintas daerah menjadi kunci dalam menekan inflasi pangan.
Indra Gunawan menyatakan pihaknya siap mendukung penuh upaya pemerintah pusat.
Baca Lainnya :
- Raker ke- X Forwat digelar, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi
- Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi
- HUT ke-65 Bank Jakarta Diwarnai Aksi Sosial untuk Sahabat Disabilitas
- KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM
“Barito Utara akan segera bergerak, salah satunya dengan operasi pasar murah dan pemantauan harga beras secara Intensif,” pungkasnya
(A)

















