- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
- Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa
- Rekomendasi Menu Berbuka Sehat Ramadan 1447 H Tahun 2026
- Serahkan Persub RTRW kepada Gubernur Sulawesi Utara, Menteri Nusron Minta RTRW Provinsi Jadi Acuan Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota
- Ini Pesan Bupati untuk Pedagang Pasar Wadai, Dari Kualitas hingga Keamanan Pangan Dijaga
- DPRD Barito Utara, H Nurul Anwar Pertanyakan Maskapai, Harga Tiket Muara Teweh Tembus Rp1,8 Juta Dinilai Tak Masuk Akal
- Fraksi PAN DPRD Majalengka Serukan Puasa Jadi Momentum Jaga Hati dan Bantu Rakyat
- Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman
- Jelang Ramadan, Bupati Serukan ASN Perkuat Disiplin dan Pengabdian.
- Tanggapi Perampasan Kendaraan, Kapolsek Pasar Kemis Siap Brantas Premanisme
HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah

Keterangan Gambar : dok. Pemdes Palabuan Sukahaji Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Majalengka tak sekadar seremonial. Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan program inovatif EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK) di BSU Permata Palabuan, Kecamatan Sukahaji. Jumat, (20/2/2026).
Program ini menjadi langkah nyata memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menempatkan kaum ibu sebagai motor utama perubahan di tingkat desa.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, hadir langsung bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan. Turut mendampingi, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, yang menjadi penggerak utama lahirnya program EMAS PKK.
Baca Lainnya :
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
- Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa
- Rekomendasi Menu Berbuka Sehat Ramadan 1447 H Tahun 2026
- Fraksi PAN DPRD Majalengka Serukan Puasa Jadi Momentum Jaga Hati dan Bantu Rakyat
- Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman
Dalam sambutannya, Bupati Eman menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan sampah, katanya, harus menjadi gerakan kolektif yang dimulai dari rumah tangga.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Ketika ibu-ibu bergerak, desa akan berubah. Kalau desa bersih, Majalengka pasti SAE," tegasnya.
Program EMAS PKK dirancang untuk mengoptimalkan peran bank sampah di desa-desa melalui keterlibatan aktif kader PKK. Tidak hanya memilah dan menabung sampah, gerakan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
Kepala Desa Palabuan, Raman, dalam kesempatan tersebut membenarkan sekaligus menyambut baik pengukuhan Bank Sampah Unit (BSU) di wilayahnya.
"Alhamdulillah, hari ini pengukuhan BSU Permata Palabuan menjadi bukti keseriusan kami di desa dalam mendukung program EMAS PKK. Ini bukan hanya simbolis, tapi komitmen bersama agar pengelolaan sampah benar-benar berjalan dari tingkat RT dan dusun," ujar Raman.
Ia menambahkan, kehadiran BSU di Desa Palabuan diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tertib, produktif, dan berkelanjutan.
Mengusung tagline "Yuk SAE Keur Majalengka, Kelola Sampah Beres di Desa", EMAS PKK ditargetkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berdampak langsung pada kebersihan serta kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk budaya hidup bersih di lingkungan keluarga.
"Perubahan besar selalu dimulai dari rumah. PKK siap menjadi ujung tombak pengelolaan bank sampah agar desa-desa di Majalengka benar-benar bebas dari sampah," ujarnya.
Melalui EMAS PKK, Pemkab Majalengka menargetkan lahirnya desa-desa mandiri dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dunia usaha, dan masyarakat.
Peringatan HPSN 2026 di Majalengka pun menjadi titik awal gerakan masif menuju Majalengka yang lebih bersih, sehat, dan berdaya. ** (Agit)
















