- Hearing DPRD Barito Utara Hasilkan Dua Kesimpulan Penting, Percepatan Raperda P4GN dan Dukungan Anggaran
- Naruk Saritani Sepakat, Hasil Hearing P4GN Jadi Langkah Bersama Perangi Narkoba
- Dukung Relawan Antinarkoba, Taufik Minta Kesbangpol Rinci Kebutuhan Anggaran
- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah

Keterangan Gambar : dok. Pemdes Palabuan Sukahaji Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Majalengka tak sekadar seremonial. Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan program inovatif EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK) di BSU Permata Palabuan, Kecamatan Sukahaji. Jumat, (20/2/2026).
Program ini menjadi langkah nyata memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menempatkan kaum ibu sebagai motor utama perubahan di tingkat desa.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, hadir langsung bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan. Turut mendampingi, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, yang menjadi penggerak utama lahirnya program EMAS PKK.
Baca Lainnya :
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
Dalam sambutannya, Bupati Eman menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan sampah, katanya, harus menjadi gerakan kolektif yang dimulai dari rumah tangga.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Ketika ibu-ibu bergerak, desa akan berubah. Kalau desa bersih, Majalengka pasti SAE," tegasnya.
Program EMAS PKK dirancang untuk mengoptimalkan peran bank sampah di desa-desa melalui keterlibatan aktif kader PKK. Tidak hanya memilah dan menabung sampah, gerakan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
Kepala Desa Palabuan, Raman, dalam kesempatan tersebut membenarkan sekaligus menyambut baik pengukuhan Bank Sampah Unit (BSU) di wilayahnya.
"Alhamdulillah, hari ini pengukuhan BSU Permata Palabuan menjadi bukti keseriusan kami di desa dalam mendukung program EMAS PKK. Ini bukan hanya simbolis, tapi komitmen bersama agar pengelolaan sampah benar-benar berjalan dari tingkat RT dan dusun," ujar Raman.
Ia menambahkan, kehadiran BSU di Desa Palabuan diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tertib, produktif, dan berkelanjutan.
Mengusung tagline "Yuk SAE Keur Majalengka, Kelola Sampah Beres di Desa", EMAS PKK ditargetkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berdampak langsung pada kebersihan serta kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk budaya hidup bersih di lingkungan keluarga.
"Perubahan besar selalu dimulai dari rumah. PKK siap menjadi ujung tombak pengelolaan bank sampah agar desa-desa di Majalengka benar-benar bebas dari sampah," ujarnya.
Melalui EMAS PKK, Pemkab Majalengka menargetkan lahirnya desa-desa mandiri dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dunia usaha, dan masyarakat.
Peringatan HPSN 2026 di Majalengka pun menjadi titik awal gerakan masif menuju Majalengka yang lebih bersih, sehat, dan berdaya. ** (Agit)
















