- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Soal Video AI Prof Djokosoetono, Mintarsih: Tiga Pendiri Blue Bird Hilang
- Jangkau Lokasi Sempit, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam Gunakan Motor.
- TMMD 130 Jadi Kado Istimewa HUT Kab Tangerang Ke-394.
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ
Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, Kamis (19/2/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bencana pergerakan tanah yang mengguncang Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, kini menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, Kamis (19/2/2026), memastikan warga terdampak tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Didampingi Bupati Majalengka Eman Suherman serta jajaran Forkopimda, sosok yang akrab disapa KDM menyambangi para pengungsi yang sementara ini bertahan di Balai Desa Sukadana.
Baca Lainnya :
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
Di hadapan warga, KDM menyampaikan komitmen nyata yang langsung disambut haru masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bantuan tunai Rp10 juta untuk setiap keluarga korban tanah bergerak.
Namun, bantuan darurat bukan satu-satunya langkah.
KDM meluncurkan gagasan besar yang mengejutkan warga : kawasan terdampak akan ditata ulang menjadi permukiman baru berkonsep "Kampung Wisata", seperti yang telah diterapkan di Sukabumi.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah merencanakan pembangunan rumah panggung dengan anggaran Rp.40 juta per unit, ditambah alokasi dana Rp.1 miliar untuk pembangunan rumah berbahan kayu yang dinilai lebih ringan dan tahan gempa.
"Rumah kayu lebih ringan dan tahan guncangan. Tetap tradisional tapi kokoh. Kita ingin warga kembali tinggal dengan aman dan nyaman," tegas KDM.
Untuk mempercepat realisasi, KDM menggandeng Kodim setempat melalui program Karya Bakti, sekaligus menyiapkan dana tambahan Rp.1 miliar guna memperbaiki infrastruktur desa.
"Saya siapkan dana 1 miliar rupiah, nanti dikerjakan Kodim. Kita tata jalannya, kita bangun rumahnya. Kampung ini harus berubah menjadi Kampung Wisata," ujar Dedi Mulyadi penuh keyakinan.
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta Pemkab Majalengka segera menyiapkan lahan relokasi permanen yang benar-benar aman bagi warga terdampak.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan kesiapan penuh.
"Pemkab Majalengka siap menyediakan lahan relokasi yang aman, tidak jauh dari Sukadana namun bebas dari ancaman pergerakan tanah," ungkapnya.
Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, warga merasakan secercah harapan baru.
Salah seorang korban terdampak, Rohman, mengaku terharu atas kehadiran langsung pimpinan daerah.
"Kami merasa benar-benar diperhatikan. Terima kasih karena pemerintah cepat merespons musibah ini," ujarnya.
Kini, pergerakan tanah di Blok Godabaya bukan hanya menjadi catatan bencana, tetapi juga titik awal perubahan besar.
Langkah cepat dari penanganan darurat hingga rencana relokasi permanen diharapkan memberi kepastian, rasa aman, dan harapan baru bagi warga Sukadana. ** (Agit)







.jpg)



.jpg)




