- Ini Pesan Bupati untuk Pedagang Pasar Wadai, Dari Kualitas hingga Keamanan Pangan Dijaga
- DPRD Barito Utara, H Nurul Anwar Pertanyakan Maskapai, Harga Tiket Muara Teweh Tembus Rp1,8 Juta Dinilai Tak Masuk Akal
- Fraksi PAN DPRD Majalengka Serukan Puasa Jadi Momentum Jaga Hati dan Bantu Rakyat
- Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman
- Jelang Ramadan, Bupati Serukan ASN Perkuat Disiplin dan Pengabdian.
- Tanggapi Perampasan Kendaraan, Kapolsek Pasar Kemis Siap Brantas Premanisme
- Pemdes Tambakrejo Wujudkan Komitmen Membangun Desa Melalui Koperasip Desa Merah Putih
- Dorong Orang Tua Melek Gizi, Alfamidi Gelar Edukasi Nutrisi Anak
- Tak Sekadar Wacana, Pemkab Barito Utara Mulai Realisasikan Pelebaran Jalan
- Tiket Pesawat HMS Melambung, DPRD Barito Utara Panggil Lion Group, Ini Jawabannya
Pesan Menggugah DPRD Majalengka: Ramadan Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Revolusi Spiritual

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pembangunan jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang menjulang, hingga irigasi yang rapi memang menjadi wajah kemajuan sebuah daerah.
Namun, di tengah gegap gempita pembangunan fisik, sebuah pesan tajam mengingatkan : Majalengka tidak akan pernah benar-benar kuat jika hanya dibangun dengan beton dan aspal.
Ketua Komisi III Anggota DPRD Majalengka dari Fraksi PKS, H. Iing Misbahuddin, S.M., menegaskan bahwa pembangunan sejati bukan semata soal infrastruktur, melainkan tentang iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya.
Baca Lainnya :
- Fraksi PAN DPRD Majalengka Serukan Puasa Jadi Momentum Jaga Hati dan Bantu Rakyat
- Gubernur Jabar Datang Sendiri, Korban Tanah Bergerak Sukadana Dijanjikan Hunian Aman
- Pesan Menggugah DPRD Majalengka: Ramadan Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Revolusi Spiritual
- Bapenda Majalengka Gaspol Digitalisasi Pajak : ASN Harus Jadi Contoh Nyata
- Bupati Eman Tegaskan PBB Jadi Tulang Punggung Agar Siltap Perangkat Desa Cair Setiap Bulan
"Sebagai bagian dari amanah yang saya emban, saya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur; jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang megah, dan saluran irigasi yang prima, hanyalah sarana," ungkapnya dalam pesan Ramadan yang dibagikan kepada publik.
Menurutnya, Ramadan hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momen refleksi besar bagi semua pihak, terutama para pemimpin dan masyarakat, untuk menyadari bahwa ada pembangunan yang jauh lebih penting.
"Ramadhan hadir untuk mengingatkan kita semua pada pembangunan yang jauh lebih krusial, yakni pembangunan karakter dan spiritual," tegasnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari proyek fisik yang tampak megah di permukaan. Sebab, tanpa pondasi moral yang kuat, kemajuan bisa kehilangan arah.
Ramadan, kata dia, adalah bulan kemanusiaan. Bulan yang mengajak setiap insan membangun dari dalam: memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan nilai-nilai ketakwaan.
Di akhir pesannya, H. Iing turut menyampaikan ucapan penuh makna menyambut bulan suci.
"Marhaban yaa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin."
Pesan tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa di tengah pembangunan fisik yang terus dikejar, Ramadan menjadi pengingat bahwa pembangunan terbesar adalah membangun jiwa manusia. ** (Agit)
















