- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
Pesan Menggugah DPRD Majalengka: Ramadan Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Revolusi Spiritual

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pembangunan jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang menjulang, hingga irigasi yang rapi memang menjadi wajah kemajuan sebuah daerah.
Namun, di tengah gegap gempita pembangunan fisik, sebuah pesan tajam mengingatkan : Majalengka tidak akan pernah benar-benar kuat jika hanya dibangun dengan beton dan aspal.
Ketua Komisi III Anggota DPRD Majalengka dari Fraksi PKS, H. Iing Misbahuddin, S.M., menegaskan bahwa pembangunan sejati bukan semata soal infrastruktur, melainkan tentang iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
- Gebyar Masagi 2026 di Majalengka : Literasi, Kepedulian Sosial, dan Semangat Generasi Muda Menggema
"Sebagai bagian dari amanah yang saya emban, saya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur; jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang megah, dan saluran irigasi yang prima, hanyalah sarana," ungkapnya dalam pesan Ramadan yang dibagikan kepada publik.
Menurutnya, Ramadan hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momen refleksi besar bagi semua pihak, terutama para pemimpin dan masyarakat, untuk menyadari bahwa ada pembangunan yang jauh lebih penting.
"Ramadhan hadir untuk mengingatkan kita semua pada pembangunan yang jauh lebih krusial, yakni pembangunan karakter dan spiritual," tegasnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari proyek fisik yang tampak megah di permukaan. Sebab, tanpa pondasi moral yang kuat, kemajuan bisa kehilangan arah.
Ramadan, kata dia, adalah bulan kemanusiaan. Bulan yang mengajak setiap insan membangun dari dalam: memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan nilai-nilai ketakwaan.
Di akhir pesannya, H. Iing turut menyampaikan ucapan penuh makna menyambut bulan suci.
"Marhaban yaa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin."
Pesan tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa di tengah pembangunan fisik yang terus dikejar, Ramadan menjadi pengingat bahwa pembangunan terbesar adalah membangun jiwa manusia. ** (Agit)

















