- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Bank Jakarta Boyong Dua Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
Gegara Terlilit Hutang, EW Buat Laporan Palsu Perampokan

Keterangan Gambar : Gegara Terlilit Hutang, EW Buat Laporan Palsu Perampokan
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Gara - gara masalah keuangan seorang warga harus berurusan dengan penegak hukum, pasalnya laki - laki berinisial EW ini membuat berita palsu yang membuat geger di Desa Brongkos, Kabupaten Blitar, ikhwalnya setelah seorang petani dilaporkan menjadi korban begal dan perampokan uang tunai sebesar sebesar 40 juta rupiah di kawasan hutan setempat.
Setelah Polisi melakukan pendalaman dan penyelidikan, ahirnya Kepolisian Sektor (Polsek) Kesamben memastikan bahwa kejadian tersebut hanyalah rekayasa semata.
Laporan pertama datang pada Senin pagi pukul 05.30 WIB, ketika seorang saksi bernama Badik melaporkan kasus perampokan di Jalan Raya Brongkos. Korban, seorang petani berinisial E-W (35) dari Binangun, ditemukan oleh warga dalam kondisi terikat tali dan seolah menjadi korban perampokan brutal.
Baca Lainnya :
- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
Dalam pemeriksaan secara intensif polisi memperoleh pengakuan bahwa, EW mengaku dicegat oleh pelaku sekitar pukul 04.30 WIB saat berjalan di tengah hutan. Pelaku diduga memaksa korban menyerahkan uang tunai 40 juta rupiah, kemudian mengikat dan menyeretnya sejauh 50 meter ke dalam hutan sebelum meninggalkannya dalam keadaan terikat.
Dari Berita yang menyebar ini langsung menimbulkan keresahan warga sekitar, yang khawatir akan keamanan mereka saat melewati kawasan tersebut.
Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dan interogasi mendalam terhadap EW, fakta mengejutkan akhirnya terungkap. Cerita perampokan dan penculikan tersebut ternyata tidak benar.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan intensif dan memastikan bahwa laporan tersebut adalah cerita bohong yang dibuat-buat oleh korban sendiri,” jelas Ipda Putut Siswahyudi, Kasubsi Penerangan dan Dokumentasi Informasi (Pdim) Sihumas Polres Blitar.
Motif di balik rekayasa ini adalah karena EW sedang menghadapi masalah keuangan serius. Ia mengaku mengarang cerita tersebut untuk menutupi utang yang membelitnya.
Kini, EW masih diamankan di Polsek Kesamben untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi menegaskan bahwa tindakan merekayasa laporan kejahatan bukan hanya menyesatkan aparat dan masyarakat, tapi juga dapat berujung pada proses hukum baru yang serius.
“Perbuatan ini bukan solusi atas masalah pribadi. Kami mengimbau masyarakat agar lebih jujur dan bertanggung jawab dalam melaporkan kejadian,” tambah Putut.
Warga sekitar menyambut kabar ini dengan campuran perasaan lega dan kecewa. Mereka lega karena ancaman begal yang dikhawatirkan ternyata tidak terjadi, namun juga prihatin atas alasan di balik kebohongan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kejujuran adalah kunci dalam menghadapi masalah. Membuat laporan palsu tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga masyarakat luas yang bisa terganggu oleh berita yang tidak benar.
Kisah begal dan perampokan Rp40 juta yang menggemparkan Desa Brongkos akhirnya hanyalah tipuan korban yang ingin menutupi masalah pribadinya. Polisi mengimbau masyarakat untuk bijak dan bertanggung jawab dalam menyampaikan laporan, demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama. (za/mp)














