Breaking News
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
- Cara Cerdas Bupati Shalahuddin, Percepat Pembangunan Fisik, Ringankan Beban APBD, Hindari Eskalasi Harga, Terapkan Skema Bayar Bertahap Hingga 2029
- Proyek Strategis 2029, Bupati Barito Utara Targetkan Seluruh Kecamatan Terhubung Jalur Darat Melalui Skema Multiyears
- Pelajar Jadi Garda Terdepan, Polres Majalengka Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mako Polrestro Depok oleh Kapolda Metro
- Resmob PMJ Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras di Cengkareng
- LPDB Koperasi Bidik Basis Massa Suporter Sepak Bola untuk Bangun Ekonomi Komunitas
'Garda Terdepan' Film Pendek Garapan OMK Thomas Rasuk Raih Juara II
MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Film pendek berlatar belakang rumah sakit darurat untuk perawatan penserita Covid-19, garapan sutradara Marry Gath alias Tata meraih Juara II.
Juara I disabet film berjudul 'Indah Pada Waktunya' dari lingkungan Santa Maria Goretti.
Lomba yang diselenggarakan Stasi Yohanes Paulus II itu dimaksudkan untuk membangun kreativitas anak muda atau yang biasa disebut Orang Muda Katholik (OMK).
Dikisahkan dalam film Garda Terdepan tersebut, para jurnalis yang bertugas di garda terdepan meliput berbagai peristiwa di ruang publik di era Pandemi Covid-19 menghadapi berbagai resiko.
Salah seorang jurnalis, dalam film tersebut digambarkan positif terpapar virus Covid. Ia dirawat di teras sebuah sekolah yang digunakan sebagai rumah sakit darurat.
Ia dirawat para suster dan dokter yang tidak mengenal lelah. Dan setelah 15 hari, jurnalis tadi berangsur sembuh.
Di saat sudah di rumah, ternyata ia menjumpai dan sadar, bahwa suster yang merawatnya ternyata tinggal di dekat rumahnya. Suster itu ternyata tetangganya sendiri.
Di situlah nilai kemanusiaan, nilai cinta kasih digambarkan dalam film ini.
Para pelaku dalam film ini tampak menguasai perannya. Ini tidak lain karena para pemeran di film dan di dunia keseharian tak jauh beda.
"Kebetulan pemerannya di film itu sesuai dengan pekerjaan di dunia nyatanya. Mirip-mirip, " cerita Tata, sang sutradara.
"Peran Perawat, aslinya memang profesinya perawat.
Pemeran Jurnalis, adalah mahasiswa kuliah perfilman. Sedangkan pemeran
Reporter, adalah seorang content creator," lanjut Tata yang juga berperan sebagai reporter dalam film itu.
Tata yang lebih dikenal dengan panggilan Marry Gath itu lebih lanjut menceritakan, proses pembuatan film yang ekstra ketat.
"Ketentuan panitia sangat ketat. Proses pembuatan film, syuting dan editing wajib dilaksanakan on the spot (di lokasi langsung). Dan harus selesai dalam waktu 4-5 jam di lokasi dan file langsung dikumpul-disetor ke panitia," lanjut Marry Gath.
Beruntung, Dewan Juri menetapkan film berjudul Garda Terdepan bikinan OMK dari lingkungan Thomas Rasul ini sebagai Juara II. (*/Red/MI)


.jpg)














