Breaking News
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
'Garda Terdepan' Film Pendek Garapan OMK Thomas Rasuk Raih Juara II
MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Film pendek berlatar belakang rumah sakit darurat untuk perawatan penserita Covid-19, garapan sutradara Marry Gath alias Tata meraih Juara II.
Juara I disabet film berjudul 'Indah Pada Waktunya' dari lingkungan Santa Maria Goretti.
Lomba yang diselenggarakan Stasi Yohanes Paulus II itu dimaksudkan untuk membangun kreativitas anak muda atau yang biasa disebut Orang Muda Katholik (OMK).
Dikisahkan dalam film Garda Terdepan tersebut, para jurnalis yang bertugas di garda terdepan meliput berbagai peristiwa di ruang publik di era Pandemi Covid-19 menghadapi berbagai resiko.
Salah seorang jurnalis, dalam film tersebut digambarkan positif terpapar virus Covid. Ia dirawat di teras sebuah sekolah yang digunakan sebagai rumah sakit darurat.
Ia dirawat para suster dan dokter yang tidak mengenal lelah. Dan setelah 15 hari, jurnalis tadi berangsur sembuh.
Di saat sudah di rumah, ternyata ia menjumpai dan sadar, bahwa suster yang merawatnya ternyata tinggal di dekat rumahnya. Suster itu ternyata tetangganya sendiri.
Di situlah nilai kemanusiaan, nilai cinta kasih digambarkan dalam film ini.
Para pelaku dalam film ini tampak menguasai perannya. Ini tidak lain karena para pemeran di film dan di dunia keseharian tak jauh beda.
"Kebetulan pemerannya di film itu sesuai dengan pekerjaan di dunia nyatanya. Mirip-mirip, " cerita Tata, sang sutradara.
"Peran Perawat, aslinya memang profesinya perawat.
Pemeran Jurnalis, adalah mahasiswa kuliah perfilman. Sedangkan pemeran
Reporter, adalah seorang content creator," lanjut Tata yang juga berperan sebagai reporter dalam film itu.
Tata yang lebih dikenal dengan panggilan Marry Gath itu lebih lanjut menceritakan, proses pembuatan film yang ekstra ketat.
"Ketentuan panitia sangat ketat. Proses pembuatan film, syuting dan editing wajib dilaksanakan on the spot (di lokasi langsung). Dan harus selesai dalam waktu 4-5 jam di lokasi dan file langsung dikumpul-disetor ke panitia," lanjut Marry Gath.
Beruntung, Dewan Juri menetapkan film berjudul Garda Terdepan bikinan OMK dari lingkungan Thomas Rasul ini sebagai Juara II. (*/Red/MI)


.jpg)

.jpg)











