- AC Manual vs AC Digital di Mobil Modern: Prinsip Sama, Cara Rawatnya Tak Boleh Salah
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
- Anggota DPRD Barito Utara Nilai ORARI Tetap Strategis di Tengah Perkembangan Teknologi
- Alwi Farhan Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2026, BNI: Bukti Pembinaan PBSI Efektif
- Sosok Politisi Ini Tegaskan Kawal Program MBG, Jika Tidak Bisa Jadi Ancaman Anggaran Negara
- Jebol Sungai Cimanuk di Majalengka, Area Pertanian dan Rumah Warga Terendam Banjir
- Arahan Wamen Ossy di Kantah Kabupaten Bandung: Kerja Sama untuk Hadirkan Layanan yang Murah, Cepat, dan
- Kwarcab Pramuka Majalengka 2025 -2030 Dikukuhkan, Komitmen Memperkuat Peran Pramuka Membina Generasi Muda
- Indonesia Masters 2026: BNI Perkuat Dukungan untuk Pelatnas Bulu Tangkis Indonesia
- AC Mobil yang Tak Terawat Bisa Ganggu Kesehatan Penumpang, Ini Paparan Pemilik Bengkel Spesialis Wijaya AC Mobil
Film Sayap Garuda Angkat Isu Bullying di Sekolah, Tarmizi Abka: Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman

Keterangan Gambar : menfilm Sayap Garuda dorong agar dunia pendidikan di Indonesia lebih serius menghadirkan ruang belajar yang aman dan mendukung kesehatan mental generasi muda
MEGAPOLITANPOS.COM, Malang, – Sutradara Tarmizi Abka memilih jalur seni perfilman untuk menyuarakan keresahannya terhadap maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Lewat film layar lebar berjudul “Sayap Garuda”, ia mengangkat isu bullying sebagai ancaman serius bagi kesehatan mental pelajar di Indonesia.
Film Sayap Garuda diproduksi bersama Sekolah SUKMA di bawah bendera TRAZZ PICTURES, dengan mengambil latar lokasi di kawasan Malang Raya.
Tarmizi menegaskan bahwa film ini tidak hanya ditujukan sebagai tontonan hiburan, tetapi juga sebagai refleksi sosial atas realitas dunia pendidikan yang kerap luput dari perhatian masyarakat luas.
Baca Lainnya :
- Project69 Siapkan Film Drama Keluarga \"Dalam Sujudku\", Penuh Pesan Kesetiaan dan Doa
- Film Sayap Garuda Angkat Isu Bullying di Sekolah, Tarmizi Abka: Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman
- Usung Isu Kekerasan Perempuan, Film Tolong Saya DOWAJUSEYO Siap Tayang Akhir Januari 2026
- Dari Penggemar K-Pop ke Bintang Film: Langkah Internasional Saskia Chadwick di Korea
- Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea
“Film ini lahir dari keprihatinan saya melihat semakin banyaknya kasus kekerasan di sekolah. Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara sehat, baik secara fisik maupun mental,” ujar Tarmizi Abka dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Menurutnya, praktik perundungan yang terjadi di sekolah sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya dapat berlangsung panjang dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Melalui pendekatan cerita yang emosional dan realistis, Sayap Garuda berupaya membuka mata publik tentang bahaya kekerasan verbal maupun fisik di lingkungan pendidikan.
Film ini diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris ternama, seperti Yama Carlos, August Melasz, Zahwa Malabar, dan Enrique Christian Raharja. Mereka menghadirkan konflik yang menggambarkan dinamika relasi antara siswa, guru, serta lingkungan sekolah yang turut memengaruhi terjadinya perundungan.
Tak hanya menyajikan kisah korban bullying, Sayap Garuda juga menyoroti pentingnya peran pendidik, orang tua, dan institusi pendidikan dalam menciptakan sistem pembelajaran yang aman, inklusif, dan berempati.
Melalui film ini, Tarmizi Abka berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya bullying semakin meningkat. Ia juga mendorong agar dunia pendidikan di Indonesia lebih serius menghadirkan ruang belajar yang aman dan mendukung kesehatan mental generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).








.jpg)







