Breaking News
- Polres Barito Utara Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Jingah, 20 Unit Mesin Dimusnahkan Di Tempat
- DPRD Kota Tangerang Menyambut Baik Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di UPT RSUD Benda
- DLHK Kab.Tangerang Sebut Peternakan Sapi di Kelapa Dua Belum Ada Ijin
- Ketahanan Pangan Nasional Diperkuat, Polri Panen Jagung Serentak di Ratusan Ribu Hektare
- Sidang Isbat Putuskan 1 Zulhijjah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Digelar Rabu Depan
- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
Garda Nusantara Demo di Kantor PLN, Amran : Tidak Ada Pemutusan Listrik

MEGAPOLITANPOS.COM, Makassar - Ratusan Massa Ormas Garda Nusantara Sulsel menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor PT. PLN UIW Sulselrabar di jalan Hertasning no. 1 kota Makassar. Pada senin (8/8/2022). Dalam aksinya, massa ormas Garda Nusantara menyatakan sikap dan menuntut General Manager (GM) PT. PLN Persero UIW Sulselrabar dicopot dari jabatanya karena dinilai tidak becus menjalankan tugasnya. "Betul, bukan hanya General Manager UIW Sulselrabar yang kami minta dicopot, kami juga meminta Dirut PLN dan Manager ULP Panakukang untuk segera di copot." Ujar Irwan, Panglima Lapangan dalam aksi tersebut. Menurut Irwan Tompo, SH pihaknya juga menuntut PT. PLN agar segera meminta maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi kepada para petugasnya di lapangan. "Menuntut pihak PLN meminta maaf secara terbuka di 5 media Nasional dan 20 media lokal serta melakukan evaluasi kepada seluruh petugas lapangan agar tidak mengulangi kejadian pemasangan sticker kepada pelanggan yang telah memenuhi kewajibannya." Beber Irwan Tompo, SH yang menjabat sebagai Panglima di ormas Garda Nusantara Sulsel itu. Sementara itu, Manager PLN ULP Panakukang Maksud Amran telah memanggil vendor atau mitra PLN yang bertugas di lapangan saat kejadian menempelkan sticker di rumah pelanggan tersebut. "Iye saya sudah memanggil petugas lapangan itu dan saya tanya langsung pada yang bersangkutan, intinya tidak ada pemutusan aliran listrik, hanya Surat Pemberitahuan Pemutusan Sementara. Awalnya petugas lapangan PLN yang membawa surat Pemberitahuan Pemutusan Sementara (TUL VI-01) di diletakkan di bawah KWH Meter pelanggan tetapi tiba-tiba ada yang memasang sticker surat Pemberitahuan di sekretariat DPD Garda Nusantara Sulsel." Ungkapnya saat diwawancarai diloby kantor PLN UIW Sulselrabar. Amran menambahkan, bahwa pihaknya bersedia menerima perwakilan aksi demo untuk berdiskusi terkait beberapa hal yang perlu diluruskan. "Kita siap menerima perwakilan massa demontrasi untuk berdiskusi, PLN dalam hal ini ULP Panakukang terbuka untuk menerima kritikan dan masukan dari masyarakat." Tutup Amran yang baru menjabat sebagai Manager ULP Panakukang dibulan februari lalu. Diketahui, aksi unjuk rasa massa ormas Garda Nusantara Sulsel di kantor PLN UIW Sulselrabar imbas adanya petugas lapangan PLN yang membawa surat Pemberitahuan Pemutusan Sementara dan memasang sticker Pemberitahuan. Menurut penghuni rumah, listrik yang digunakan telah terbayar lunas, tetapi pihak PLN masih membawa Surat Pemberitahuan Pemutusan dan ada yang memasang sticker tersebut. Diakhir aksinya, pihak ormas Garda Nusantara menyerahkan pernyataan sikap mereka ke PLN terkait beberapa tuntutan dan diterima langsung oleh Manager ULP Panakukang.Tauviq












1.jpg)




