- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
- Perkuat Akses dan Ketahanan Wilayah, Danramil 01/Tln Lakukan Pembangunan Jembatan Garuda
- Koramil 07/Pda Bersama DLH Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Di Perigi Baru
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Jaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah
- Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
- Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga

Keterangan Gambar : BNI peringati HariSpesiesTerancamPunah
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– [PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI], terus memperkuat komitmennya dalam mendukung gerakan konservasi satwa dan pelestarian lingkungan hidup sejalan dengan peringatan Hari Spesies Terancam Punah yang jatuh pada 16 Mei 2026.
Peran aktif BNI tercermin melalui dukungan terhadap konservasi satwa dilindungi, khususnya Orangutan Kalimantan dan Badak Jawa, serta berbagai kegiatan rehabilitasi hutan melalui Program BNI Berbagi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Baca Lainnya :
“BNI menyadari bahwa keberlanjutan bisnis tidak dapat dipisahkan dari kelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendukung berbagai program konservasi spesies terancam punah dan rehabilitasi habitat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu,(16/5).
Orangutan Kalimantan dan Badak Jawa dipilih karena keduanya merupakan spesies endemik Indonesia yang berstatus kritis atau Critically Endangered berdasarkan data International Union for Conservation of Nature. Kedua satwa tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, namun kini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, kerusakan habitat, dan perburuan ilegal.
Selain menjadi satwa kunci dalam rantai ekosistem, Orangutan Kalimantan dan Badak Jawa juga dikenal sebagai umbrella species karena memiliki wilayah jelajah luas yang mendukung perlindungan spesies lain di habitat yang sama.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan, BKSDA Kalimantan Timur, Borneo Orangutan Survival Foundation, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Alert Indonesia, BNI menjalankan berbagai program rehabilitasi habitat dan konservasi satwa secara berkelanjutan.
Dukungan tersebut meliputi konservasi individu Orangutan Kalimantan, penanaman pohon spesies pakan, pemulihan hutan terdegradasi, pemetaan genetik Badak Jawa, pengendalian tanaman langkap yang mengganggu ketersediaan pakan badak, hingga pengembangan desa penyangga berbasis pertanian berkelanjutan.
BNI memastikan dukungan rehabilitasi tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga keterlibatan aktif dalam pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi agar manfaat pelestarian lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga kelestarian spesies langka Indonesia. Kami berharap upaya yang dilakukan bersama para mitra dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tutup Okki.
Melalui langkah ini, BNI tidak hanya memperkuat citra sebagai institusi keuangan yang berorientasi pada profit, tetapi juga sebagai perusahaan yang konsisten menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan demi mendukung masa depan yang berkelanjutan.(AS/MP).
















