- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
- DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Fasilitas dan Pelayanan Jamaah Haji
- Pemkab Barito Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Masyarakat
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Ketua Umum PRSI Bahas Program Workshop Robotika Bersama Anjungan Kalimantan Selatan TMII
- RISNU Masjid Nurul Hidayah Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H, Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial
FSQ Asahan 2025 Ditutup: Wabup dan Ketua DPRD Sepakat Qasidah Harus Hidup di Tengah Masyarakat

Keterangan Gambar : Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2025 resmi ditutup pada Senin malam (4/8/2025) oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, M.AP
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan - Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2025 resmi ditutup pada Senin malam (4/8/2025) oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, M.AP di Lapangan Sepak Bola Perkebunan Pulahan, Kecamatan Air Batu. Penutupan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini menjadi penegasan bahwa seni qasidah bukan hanya sekadar ajang lomba tahunan, tetapi harus menjadi bagian hidup dari budaya dan dakwah masyarakat Asahan.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, MKM, Sekretaris Daerah, perwakilan Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, dan masyarakat Air Batu yang turut memadati area kegiatan hingga akhir acara.
Dalam laporannya, Ketua Panitia II FSQ 2025 yang juga Asisten Administrasi Umum, Drs. Muhilli Lubis, MM menyampaikan bahwa pelaksanaan FSQ berlangsung sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2025 dan berjalan lancar berkat dukungan lintas sektor, khususnya masyarakat Kecamatan Air Batu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperkuat warisan seni Islami yang mengajarkan nilai, moral, dan spiritualitas.
Baca Lainnya :
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Aliansi Blitar Bersatu Bakal Gelar Tandingan Apel Akbar Dukung Program MBG
- Ribuan Relawan Penggiat MBG Blitar Raya Akan Melakukan Aksi Damai
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
Ketua DPRD Asahan dalam sambutannya menyampaikan bahwa seni qasidah adalah bagian dari syiar Islam yang menyampaikan pesan moral secara santun dan damai. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini layak mendapat dukungan penuh, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dalam bentuk kebijakan yang mendorong pembinaan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, qasidah adalah alternatif penting di tengah derasnya hiburan yang sering kali kosong nilai. “Seni seperti inilah yang membentuk peradaban. Ini bukan soal perlombaan, ini soal membentuk watak dan kesadaran,” ujarnya.
Wakil Bupati Asahan dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa FSQ harus menghasilkan dampak yang nyata di masyarakat. Ia menyebut bahwa kegiatan ini akan sia-sia bila tidak menyentuh kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ia menekankan perlunya keterlibatan lintas pihak untuk memastikan bahwa seni qasidah tidak hanya hidup di panggung festival, tetapi juga hadir di rumah, sekolah, masjid, dan ruang-ruang komunitas. Ia juga menegaskan bahwa juara dalam FSQ belum tentu langsung menjadi wakil Asahan di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Pemkab akan melakukan seleksi dan pemusatan latihan (TC) untuk menyaring tim terbaik, baik dari segi kualitas seni maupun kekuatan pesan dakwah yang dibawa.
Wabup juga menyampaikan pesan kepada para peserta yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berkecil hati. Ia mengajak seluruh peserta terus berlatih dan menjaga niat ikhlas dalam melestarikan seni Islami, karena bukan piala yang terpenting, melainkan nilai yang dibawa dan diwariskan.
Di akhir acara, Wakil Bupati menyerahkan langsung piala Juara Umum kepada Kecamatan Kota Kisaran Barat yang sukses tampil dominan dalam beberapa kategori. Masyarakat Air Batu sebagai tuan rumah juga mendapat apresiasi khusus atas keramahan, partisipasi aktif, dan suasana kekeluargaan yang diciptakan selama kegiatan berlangsung.
Berikut daftar pemenang FSQ Asahan 2025:
Group Rebana Klasik Remaja Putri
Juara I Kecamatan Kota Kisaran Barat, Juara II Kecamatan Air Joman, Juara III Kecamatan Sei Kepayang, Harapan I Kecamatan Air Batu, Harapan II Kecamatan Simpang Empat, Harapan III Kecamatan Buntu Pane.
Group Rebana Klasik Remaja Putra
Juara I Kecamatan Kota Kisaran Barat, Juara II Kecamatan Air Joman, Juara III Kecamatan Buntu Pane, Harapan I Kecamatan Air Batu, Harapan II Kecamatan Rahuning, Harapan III Kecamatan Pulau Rakyat.
Group Rebana Klasik Dewasa Putri
Juara I Kecamatan Sei Dadap, Juara II Kecamatan Teluk Dalam, Juara III Kecamatan Silau Laut, Harapan I Kecamatan Meranti, Harapan II Kecamatan Aek Songsongan.
Group Rebana Klasik Dewasa Putra
Juara I Kecamatan Air Batu, Juara II Kecamatan Kota Kisaran Barat, Juara III Kecamatan Tanjung Balai, Harapan I Kecamatan Sei Dadap, Harapan II Kecamatan Teluk Dalam, Harapan III Kecamatan Sei Kepayang Barat.
Penutupan FSQ tahun ini bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar: memastikan qasidah tetap hidup, berkembang, dan mengakar di tengah masyarakat sebagai bentuk dakwah yang indah dan membumi. Seperti yang disampaikan Wabup dan Ketua DPRD, seni Islami ini adalah jalan sunyi yang lembut, namun kuat dalam membentuk jiwa yang beriman dan berbudaya. (DS)











.jpg)





