- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
- BRI Life Borong Penghargaan Nasional dan Internasional , Perkuat Posisi di Industri Asuransi Jiwa
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan
- Kementerian UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan Tambahan
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak

Keterangan Gambar : Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Rencana penutupan akses kendaraan roda empat atau lebih di atas Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026 memicu gelombang penolakan warga. Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) mengumumkan akan menggelar aksi damai untuk menolak kebijakan tersebut.
Koordinator GMB, Mariyono Setyo Budi menjelaskan, penutupan jalan ini dinilai akan merugikan kepentingan umum dan perekonomian masyarakat luas.
"Penutupan jalan berarti memutus akses ekonomi, memperlambat distribusi barang, menghambat usaha kecil, dan merugikan ribuan masyarakat. Bendungan Lahor harusnya menjadi jalan perekonomian, bukan hanya untuk pengairan atau pertanian semata," kata Mariyono yang akrab disapa Budi Kempes, Jumat (31/7/2026).
Baca Lainnya :
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
Aksi GMB ini, direncanakan digelar Sabtu (1/8/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai tepat di lokasi Bendungan Lahor. Diperkirakan tak kurang dari 7.000 orang akan turun menyuarakan aspirasi ini.
Mariyono menegaskan, aksi ini murni demi kepentingan bersama. Jalan yang sudah lama dimanfaatkan warga sebagai jalur distribusi barang dan perhubungan tidak boleh tiba-tiba ditutup tanpa pertimbangan dampak ekonomi yang besar.
"Jalan ditutup, ekonomi terputus! Jangan korbankan akses ekonomi warga Blitar demi kebijakan yang kurang mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi," tegasnya.
Sebelumnya, Perum Jasa Tirta (PJT) I menyatakan penutupan dilakukan demi menjaga keamanan struktur bendungan dan pengamanan Objek Vital Nasional, sekaligus menindaklanjuti arahan Kementerian PUPR yang menyatakan puncak bendungan bukan jalan umum.
Namun GMB menilai kepentingan masyarakat luas harus didahulukan. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat Blitar untuk bersatu menyuarakan penolakan ini agar kebijakan tersebut dikaji ulang. (za/mp )















