- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
- Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Jalan Rusak
- Pengangkatan Wakil Direktur Polimedia Jadi Sorotan, Diduga Tak Penuhi Syarat Statuta
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
- Gubernur Pramono Apresiasi Program Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
Bupati Blitar Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Banggle Kanigoro, ini Harapannya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Banggle Kanigoro
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Serangkaian acara kunjungan kerja ke wilayah, Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah melihat dari dekat program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ) di Desa Banggle Kecamatan Kanigoro. Pada kunjungan Bupati Selasa (11/10/22) di Desa Banggle Bupati meninjau kondisi rumah yang baru selesai dibangun di Dusun Semanding didampingi Kepala Dinas Perkim Adi Andaka dan segenap anggota Muspika Kanigoro serta Kepala Desa Banggle Drs. Nurhuda.

Kepala Dinas Permukiman Adi Andaka menyebutkan program bantuan untuk bedah rumah ini bersumber dari Dana Alokasi Kusus sebesar 20 juta dan sharing anggaran APBD sebesar Rp15 juta sehingga total bantuan per unit sebesar 35 juta rupiah.
Baca Lainnya :
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Kadisdik Kota Tangerang Beberkan Rincian Program Sekolah Gratis Tahun 2026
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
- Optimalkan Ruang Publik, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Sekitar Alun-Alun Ahmad Yani
"Khusus untuk Kecamatan Kanigoro ada 44 rumah tidak layak huni yang direhab total, yaitu Desa Banggle dan Sawentar .Masing - masing 22 unit, ketentuan rumah tidak layak huni yang bisa mendapat bantuan adalah yang lahannya itu atas nama sendiri, atau tanah milik sendiri , tidak numpang karang, itu syarat mutlak dari Kementrian," ujar Adi Andaka.
Bupati Blitar kepada wartawan usai peninjauan lokasi di rumah milik Sri Katini warga RT.2/RW 9 Semanding desa Banggle, mengatakan, rumah adalah sebuah bangunan harus yang benar - benar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan untuk ditinggali, untuk itu Bupati ingin memastikan rumah - rumah warga Kabupaten Blitar semua termasuk layak huni.
"Kami ingin memastikan bahwa rumah tinggal masyarakat Kabupaten Blitar secara bertahap sudah layak huni, rumah yang konstruksinya kokoh akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya," ungkap Rini Syarifah.

Dikatakan lebih lanjut oleh Rini Syarifah, keberadaan rumah warga di Kabupaten Blitar harus betul - betul dipantau keberadaanya, termasuk jaminan sosialnya, sinergitas dengan semua pihak senantiasa diharapkan untuk memberikan kelayakan jaminan hidup seluruh masyarakat kurang mampu di Kabupaten Blitar.
"Kami bersama stakeholder akan selalu berkoordinasi untuk memantau perkembangan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Blitar, agar memiliki rumah hunian yang layak, sehat dan kesejahteraannya terjamin," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Blitar juga menyerahkan bantuan santunan jaminan kematian dari BPJS Kepada ahli waris almarhum Luqmanudin, bantuan sebesar 84 juta rupiah. " Saya berharap bantuan ini bisa meringankan beban keluarga, semoga bermanfaat," imbuh Bupati.
Dilain sisi dari tim pendampingan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Kecamatan Kanigoro Tendy Puspitasari didampingi To'at Mashudi menyebut untuk Desa
Banggle ada 22 warga yang menerima Bantuan Stimulan Rumah Swadaya.
"Rumah ini dikerjakan selama dua bulan masing - masing meliputi dusun Semanding 7 unit, dusun Gondoroso 1 unit, Dusun Koripan 5 unit Dusun Banggle 5 unit dan Dusun pakel 5 unit, total anggaran 35 juta, 32 juta 500 ribu rupiah untuk meterial dan untuk ongkos tukang 2 juta 500 ribu rupiah, alhamdulillah berjalan lancar,"pungkasnya. (za/mp)

















