- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
- Perkuat Akses dan Ketahanan Wilayah, Danramil 01/Tln Lakukan Pembangunan Jembatan Garuda
- Koramil 07/Pda Bersama DLH Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Di Perigi Baru
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Jaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah
- Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
- Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Bupati Barito Utara Buka FGD Perhitungan IKD 2026

MEGAPOLITANPOS.COM-Muara Teweh – Bupati Barito Utara melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, H. Mochmad Iksan, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Teweh, Rabu (03/06/2026).
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BPBD, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan FGD memiliki arti penting dan strategis dalam upaya memperkuat kapasitas daerah menghadapi berbagai ancaman bencana.
Baca Lainnya :
- BPBD Barito Utara Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pencegahan Bencana
- Bupati Barito Utara Buka FGD Perhitungan IKD 2026
- Kajari Baru Barito Utara Disambut Adat Dayak, Pemkab Harapkan Sinergi untuk Kemajuan Daerah
- DPRD Bahas Raperda PSU, Patih Herman Desak Solusi Konkret untuk Jalan Perumahan
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, Bupati Barito Utara Buka Puasa Bersama PAKUWOJO
Menurutnya, Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 merupakan salah satu komponen penilaian yang digunakan untuk melihat tingkat ketahanan atau kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
“Tujuan utama dari perhitungan IKD ini adalah untuk mendorong penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Barito Utara. Artinya, kita ingin daerah ini semakin aman, semakin siap menghadapi bencana, dan mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa Kabupaten Barito Utara memiliki berbagai potensi ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam, sehingga memerlukan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, penguatan ketahanan daerah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD semata. Seluruh sektor harus terlibat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat hingga masyarakat itu sendiri.
“Tanpa kerja sama dan komitmen bersama, upaya membangun daerah yang tangguh terhadap bencana tidak akan berhasil,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap nilai Indeks Ketahanan Daerah terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan menurunnya Indeks Risiko Bencana. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan lebih aman, berkelanjutan, dan memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh peserta FGD untuk memanfaatkan forum tersebut secara maksimal dengan menyampaikan berbagai masukan, evaluasi, dan solusi nyata demi kepentingan daerah serta peningkatan ketahanan bencana di Kabupaten Barito Utara.
(A)



.jpg)













