- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
BPBD Barito Utara Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pencegahan Bencana

MEGAPOLITANPOS.COM-Muara Teweh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Teweh, Rabu (03/06/2026).
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Barito Utara, Arsenuis Purwanto, SE, MM, mengatakan bahwa upaya pencegahan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sebagai langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Baca Lainnya :
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Kunspek Komisi VIII, Maryono Dorong Dinas Damkar Segera Terwujud.
- Peduli Karhutla, DWP Barito Utara Salurkan Bantuan untuk Dukung Petugas di Lapangan
- Sinergi DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Pembangunan melalui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Menurut Arsenuis, pelaksanaan FGD bertujuan menjadi wadah koordinasi untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan memvalidasi data pendukung secara objektif dalam rangka mengukur kapasitas ketahanan daerah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghimpun dokumen capaian indikator serta meningkatkan kapasitas daerah guna menekan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil perhitungan IKD nantinya menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan FGD tersebut diikuti oleh sejumlah perangkat daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Barito Utara.
Sebagai narasumber, BPBD menghadirkan tim dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memberikan pemaparan terkait indikator, mekanisme penilaian, serta evaluasi ketahanan daerah dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarinstansi dalam meningkatkan ketahanan daerah dan mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang lebih tangguh terhadap bencana.
(A)

.jpg)





.jpg)








