- Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026
- Dari Kampus ke Desa, 304 Taruna/i STPN Ambil Peran Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah
- Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkoba, Pemkab Barut Dan BNNP Kalteng Gelar Audensi
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- Hotel 88 Batu Licin Resmi Hadir Februari 2026: Pilihan Utama Menginap di Pusat Bisnis Tanah Bumbu
- Edukasi Robotika Sejak Dini Dimulai di SDN 01 Menteng
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
- Kemenkop Dan BP Taskin Bersinergi Lakukan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Permanen Melalui Koperasi
- Menteri UMKM: Penindakan Impor Ilegal Perkuat Perlindungan dan Daya Saing UMKM
- HUT Majalengka ke-186, Ketua Komisi III DPRD: Sejarah Pijakan, Inovasi Jalan Menuju Langkung SAE
Bahas Penanganan Banjir, Bupati Tangerang Kumpulkan Stakeholder

Keterangan Gambar : Bahas Penanganan Banjir, Bupati Tangerang Kumpulkan Stakeholder
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengumpulkan seluruh stakeholder terkait penanganan banjir di Tol Bitung dan juga di Desa Kadu Kec. Curug. Bupati Zaki mengatakan banjir di wilayah tersebut perlu dicarikan solusi agar tidak berlarut-larut.
"Kita sama-sama berkolaborasi untuk memecahkan masalah. Kita tidak mau saling tuduh, saling menyalahkan tapi paling tidak langkahnya nanti konkret dan jelas agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang," ungkap Bupati Zaki di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Ki Samaun Kota Tangerang, Jumat (18/11/22).
Bupati menambahkan banjir kemarin sangat luar biasa sekali. Tidak hanya terjadi di Desa Kadu dan Exit Tol Bitung saja namun juga melanda wilayah lainnya. Pemkab telah memberikan bantuan kepada para masyarakat terdampak melalui kecamatan dan OPD untuk membantu meringankan masyarakat. Sedangkan untuk perbaikan infrastruktur yang bisa meminimalisir banjir termasuk juga jaringan lainnya, Pemkab Tangerang belum bisa berbuat lebih karena kewenangannya terbatas.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
- HUT Majalengka ke-186, Ketua Komisi III DPRD: Sejarah Pijakan, Inovasi Jalan Menuju Langkung SAE
- TMMD ke-127 Resmi Dimulai di Majalengka, Sinergi TNI dan Pemda Bangun Infrastruktur Desa
- Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal
"Penanganan jangka pendek kita sepakat, akan mencoba buat sumur resapan di kawasan pemukiman yang sedang terkena banjir. Jadi kita masing-masing bekerja saling membantu untuk meminimalisir daerah rawan banjir ini. Mudah-mudahan 2023 bisa segera dikerjakan." jelasnya.
Hal serupa dikatakan oleh Bambang, selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2). Balai BBWS C2 akan segera melakukan langkah-langkah yang nanti langsung masuk ke masalah.
"Kita harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini, karena ini permasalahan bukan hanya pada hulu dan hilirnya yang harus kita benahi. Kami pun sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tangerang mau menuntaskan masalah banjir ini," ucap Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga SDA Kab. Tangerang, Iwan Firmansyah mengungkapkan ada masukan permohonan dari warga untuk pembuatan saluran atau sumur-sumur resapan di beberapa titik di lokasi-lokasi banjir di Desa Kadu yang selanjutnya akan menjadi fokus Pemda.
"Jasa Marga dan MMS dan juga Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sesuai kewenangannya, paling tidak, mereka bisa bekerja secara simultan dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tangerang untuk meminimalisir, baik jangka pendek dan jangka panjangnya," ujarnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan OPD, Jasa Marga dan perwakilan MMS serta Camat Curug.(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang/Jhn)



.jpg)













