- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan

Keterangan Gambar : Koordinasi Temu Calon Mitra Tahun 2026 yang digelar di Bandung, Selasa (14/4/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM BANDUNG - Sebuah langkah senyap namun berdampak besar tengah digerakkan dari daerah. Di tengah tantangan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia, BAZNAS Kabupaten Majalengka tampil mengambil peran tak biasa menjadi jembatan strategis menuju kolaborasi internasional.
Momentum itu terjadi dalam agenda Koordinasi Temu Calon Mitra Tahun 2026 yang digelar di Bandung, Selasa (14/4/2026). Dalam forum penting tersebut, Ketua BAZNAS Majalengka, Agus Asri Sabana, mendampingi langsung Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, membuka jalan kerja sama strategis dengan lembaga internasional SEAMEO CECCEP.
Di sinilah peran BAZNAS melampaui fungsi konvensionalnya. Tak sekadar lembaga pengelola zakat, BAZNAS tampil sebagai katalisator menghubungkan kepentingan daerah dengan kekuatan global dalam upaya memperbaiki fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD).
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
Puncak dari pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dan SEAMEO CECCEP. Kesepakatan ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan titik awal perubahan besar: penguatan sistem PAUD dan peningkatan kualitas pola pengasuhan anak di daerah.
Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Andriany, secara terbuka mengapresiasi langkah progresif Majalengka. Ia menyoroti komitmen pemerintah daerah, termasuk dukungan penuh dari Bupati Eman Suherman, dalam membuka ruang kolaborasi lintas negara yang jarang dilakukan oleh daerah.
Tak hanya dihadiri pimpinan daerah, forum ini juga melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah seperti Dinas Pendidikan, DP3AKB, dan Dinas Sosial menandakan bahwa isu pendidikan anak kini menjadi perhatian lintas sektor.
Dalam pernyataannya, Agus Asri Sabana menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari transformasi peran BAZNAS.
"Kami ingin hadir lebih luas, tidak hanya dalam pengelolaan zakat, tetapi juga dalam mendukung pembangunan manusia sejak usia dini. Ini adalah investasi masa depan," tegasnya.
Langkah Majalengka ini menjadi sinyal kuat bahwa daerah mampu menembus batas, membangun jejaring global, dan mengambil peran dalam agenda besar pendidikan nasional. Di tengah tantangan kualitas SDM Indonesia, kolaborasi seperti ini bukan lagi pilihan melainkan keharusan.
Kini, harapan besar bertumpu pada implementasi kerja sama tersebut. Jika berhasil, bukan tidak mungkin model Majalengka akan menjadi rujukan nasional dalam membangun ekosistem PAUD yang inklusif, berkelanjutan, dan berkelas dunia. ** (Agit)
















