- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital
Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital

Keterangan Gambar : Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital
Megapolitanpos.com, Cilegon - Teknologi dan pendidikan menjadi fokus utama dalam kunjungan reses Annisa Mahesa, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Banten II ke Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Dalam kunjungan tersebut, Annisa berdialog langsung dengan masyarakat dan salah satu penggagas inisiatif "Kampung Programming", sebuah ruang belajar berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan digital dan bahasa asing.
Kampung Programming hadir sebagai respons terhadap tantangan akses pendidikan dan kesiapan tenaga kerja di era industri digital. Komunitas ini menyelenggarakan pelatihan gratis untuk berbagai keterampilan berbasis teknologi seperti pengembangan web, coding, Internet of Things (IoT), dan robotik.
Lebih dari itu, program ini juga membuka kelas bahasa asing, antara lain bahasa Korea, Mandarin, dan Inggris, sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan industri yang berkembang di sekitar wilayah Cilegon.
Baca Lainnya :
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
“Di Lebak Denok, kami punya brand yang bernama Kampung Programmer. Kami membuka ruang belajar soft skill gratis, bekerja sama dengan berbagai kampus agar bisa menghadirkan pelatih dan pengajar secara sukarela. Kami bahkan mengajarkan bahasa Korea karena di sekitar sini banyak industri dari Korea. Baru-baru ini juga kami membuka kelas Mandarin dan bahasa Inggris untuk masyarakat umum,” ungkap salah satu perwakilan warga saat berdiskusi dengan Annisa (06/08).
Dalam sesi dialog tersebut, warga juga menyampaikan beberapa aspirasi penting kepada Annisa, khususnya terkait keterbatasan perangkat seperti laptop, dan minimnya dukungan pendanaan operasional. Padahal, masih banyak warga yang antusias untuk belajar dan memiliki potensi besar, namun terkendala sarana belajar yang belum memadai.
Menanggapi hal ini, Annisa Mahesa menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesadaran masyarakat dalam membangun pendidikan alternatif yang relevan dengan tantangan zaman. Ia juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan konkret terhadap inisiatif tersebut.
“Waktu saya dengar ada Kampung Programming di Cilegon, saya sangat bahagia dan mengapresiasi penuh. Sebagai anak muda, saya sangat mendukung gerakan digitalisasi. Apalagi ketika mendengar alasan mengajarkan bahasa Korea karena banyak industri Korea di sekitar sini, itu luar biasa. Artinya, masyarakat sudah sadar akan pentingnya menyiapkan SDM yang mampu bersaing di dunia kerja, khususnya di tingkat global,” ujar Annisa.
Lebih lanjut, Annisa menyampaikan niatnya untuk memberikan bantuan laptop bagi operasional Kampung Programmer, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat membangun pendidikan digital secara mandiri.
“Saya akan bantu untuk pengadaan laptop agar pelatihan ini bisa berjalan lebih optimal. Saya percaya, kalau diberi dukungan yang tepat, warga di sini bisa berkembang lebih jauh dan menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.[red]
















