- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital
Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital

Keterangan Gambar : Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital
Megapolitanpos.com, Cilegon - Teknologi dan pendidikan menjadi fokus utama dalam kunjungan reses Annisa Mahesa, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Banten II ke Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Dalam kunjungan tersebut, Annisa berdialog langsung dengan masyarakat dan salah satu penggagas inisiatif "Kampung Programming", sebuah ruang belajar berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan digital dan bahasa asing.
Kampung Programming hadir sebagai respons terhadap tantangan akses pendidikan dan kesiapan tenaga kerja di era industri digital. Komunitas ini menyelenggarakan pelatihan gratis untuk berbagai keterampilan berbasis teknologi seperti pengembangan web, coding, Internet of Things (IoT), dan robotik.
Lebih dari itu, program ini juga membuka kelas bahasa asing, antara lain bahasa Korea, Mandarin, dan Inggris, sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan industri yang berkembang di sekitar wilayah Cilegon.
Baca Lainnya :
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
“Di Lebak Denok, kami punya brand yang bernama Kampung Programmer. Kami membuka ruang belajar soft skill gratis, bekerja sama dengan berbagai kampus agar bisa menghadirkan pelatih dan pengajar secara sukarela. Kami bahkan mengajarkan bahasa Korea karena di sekitar sini banyak industri dari Korea. Baru-baru ini juga kami membuka kelas Mandarin dan bahasa Inggris untuk masyarakat umum,” ungkap salah satu perwakilan warga saat berdiskusi dengan Annisa (06/08).
Dalam sesi dialog tersebut, warga juga menyampaikan beberapa aspirasi penting kepada Annisa, khususnya terkait keterbatasan perangkat seperti laptop, dan minimnya dukungan pendanaan operasional. Padahal, masih banyak warga yang antusias untuk belajar dan memiliki potensi besar, namun terkendala sarana belajar yang belum memadai.
Menanggapi hal ini, Annisa Mahesa menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesadaran masyarakat dalam membangun pendidikan alternatif yang relevan dengan tantangan zaman. Ia juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan konkret terhadap inisiatif tersebut.
“Waktu saya dengar ada Kampung Programming di Cilegon, saya sangat bahagia dan mengapresiasi penuh. Sebagai anak muda, saya sangat mendukung gerakan digitalisasi. Apalagi ketika mendengar alasan mengajarkan bahasa Korea karena banyak industri Korea di sekitar sini, itu luar biasa. Artinya, masyarakat sudah sadar akan pentingnya menyiapkan SDM yang mampu bersaing di dunia kerja, khususnya di tingkat global,” ujar Annisa.
Lebih lanjut, Annisa menyampaikan niatnya untuk memberikan bantuan laptop bagi operasional Kampung Programmer, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat membangun pendidikan digital secara mandiri.
“Saya akan bantu untuk pengadaan laptop agar pelatihan ini bisa berjalan lebih optimal. Saya percaya, kalau diberi dukungan yang tepat, warga di sini bisa berkembang lebih jauh dan menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.[red]

















