- PRSI Babel Gelar Fun Match Robot Soccer Saat Ngabuburit Komunitas
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
Anis Tekankan Perempuan Politik Harus Fokus Pada Peningkatan Kualitas Diri

Megapolitanpos.com, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Timur, Anis Byarwati, menjadi narasumber pada acara Webinar Peningkatan Kapasitas Perempuan Dalam Rangka Kesetaraan Gender di Jakarta Timur yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Jakarta Timur pada Kamis (27/10/2022). Narasumber lain yang hadir pada acara ini adalah Achmad Yani Rivai Yusuf, Kepala Suku Badan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Timur, dan Dermawan, Asisten Deputi Politik dan Hukum Kementerian PPAP RI.
Dalam paparannya, Anis menjelaskan bahwa selama ini politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dunia kotor, yang tidak pantas dimasuki oleh perempuan. Politik bagi perempuan identik dengan sesuatu yang aneh karena politik dikaitkan dengan kekuasaan, kesewenangan, pengerahan massa dan kompetisi-kompetisi yang tidak melekat dalam diri perempuan yang mengutamakan perdamaian dan harmoni. Namun sesungguhnya menurut Anis, kekuasaan pada dasarnya netral. Ia bisa digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya.
“Di dunia politik, kekuasaan yang digunakan dengan baik diwujudkan melalui kepatuhan, perubahan dan pembaharuan. Kenyataan membuktikan, dimana pun seorang warga negara baik laki-laki dan perempuan tidak mau berpolitik, secara sadar atau tidak sadar ia menyerahkan nasibnya kepada orang lain. Karena mereka yang aktif dalam politiklah yang nantinya akan membuat keputusan dan mengatur kehidupan warga negara yang tidak mau berpolitik itu,” papar Anis.
Baca Lainnya :
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Peran Strategis MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional
- HPN 2026 : Pers Nasional Didorong Sehat, Mandiri, dan Berdaulat di Era Digital
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- Percepatan Swasembada Gula Nasional, Majalengka Dukung Program Bongkar Ratoon Tebu
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini juga menguraikan mengenai pentingnya perempuan terlibat dalam politik. Beberapa poin yang disampaikan oleh Anis diantaranya karena setengah jumlah penduduk Indonesia adalah perempuan. Kaum perempuan ini memiliki potensi yang besar dan kontribusi perempuan sangat dibutuhkan untuk membangun Indonesia.
Partisipasi perempuan merupakan salah satu prasyarat dan pemenuhan prinsip dasar demokrasi. Kehadiran perempuan di dunia politij juga untuk memenuhi prinsip keterwakilan substantif, yaitu sejauhmana kebijakan yang dihasilkan oleh wakil rakyat sungguh-sungguh memenuhi kepentingan konstituennya.
Selain itu, kehadiran perempuan di dunia politik merupakan upaya untuk mendorong terciptanya keseimbangan dalam pelaksanaan peran-peran antara laki-laki dan perempuan.
Wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini juga menyampaikan bahwa kehadiran perempuan di dunia politik tidak lepas dari berbagai masalah. Masalah yang kerap dihadapi perempuan yang terjun di dunia politik diantaranya penunaian keseimbangan berbagai peran yang disandangnya, pandangan masyarakat yang negative terhadap dunia politik, kurangnya dukungan keluarga, kurangnya kepercayaan diri dan kurangnya dukungan finansial.
Anis pun berpesan agar perempuan yang telah dan berminat untuk terjun di dunia politik, dapat terus meningkatkan kualitas dirinya. “Peningkatan kualitas diri dalam hal kepemimpinan, membangun kekuatan mental, meningkatkan keterampilan komunikasi, membiasakan Analisa dan cara berfikir kritis, dan meningkatkan berbagai keterampilan teknis lainnya,” tutup Anis. (ASl/Red/MP).

















