- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
Anggota DPR RI Arzeti Bilbina Dukung Susu Ikan Sebagai Alternatif Susu Sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyatakan dukungannya terhadap wacana penggunaan "susu ikan" sebagai pengganti susu sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis yang diusulkan oleh Presiden terpilih Pilpres 2024, Prabowo Subianto.
Arzeti menyebutkan bahwa gagasan ini sangat positif dan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi masyarakat.
“Kami menyambut positif usulan tersebut, sangat baik,” ujar Arzeti saat menanggapi berita tentang rencana menu minuman "susu ikan" sebagai bagian dari program tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu, 11 September 2024.
Baca Lainnya :
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Pangkogabwilhan II Hadiri Puncak HUT TNI Ke-81.
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
Namun, Arzeti menekankan bahwa penamaan "susu ikan" perlu diperbaiki. Ia berpendapat istilah yang lebih tepat adalah "minuman bergizi tinggi dari ikan", karena menurut para ahli gizi, penggunaan istilah "susu" sebaiknya dibatasi pada produk yang berasal dari kelenjar puting.
“Lebih tepat apabila dinamakan minuman bergizi tinggi dari ikan,” jelasnya. Ia juga menambahkan, “Ahli gizi kurang menyetujui istilah 'susu ikan' karena susu itu berasal dari puting, sementara ikan tidak memilikinya. Jadi, sebaiknya digunakan istilah yang lebih sesuai.” imbuhnya.
Terlepas dari masalah penamaan, Arzeti sangat mendukung penggunaan ikan sebagai sumber gizi dalam program tersebut. Ia menekankan bahwa ikan kaya akan omega-3, yang penting untuk perkembangan kecerdasan anak-anak.
“Kandungan dari ikan, seperti omega-3, sangat mendukung pembentukan generasi emas di masa depan. Ikan juga merupakan sumber protein berkualitas, vitamin, dan mineral yang mendukung kesehatan otak, kulit, serta meningkatkan sistem imun,” ujar Arzeti.
Ia juga menyoroti keunggulan ikan dibandingkan dengan sumber hewani lainnya, terutama dalam hal kandungan lemak baik dan omega-3 yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan otak.
Namun, Arzeti mengingatkan bahwa produsen minuman berbasis ikan saat ini masih terbatas, sehingga perlu dipertimbangkan ketersediaan produk sebelum dimasukkan secara rutin ke dalam program.
“Produk ini belum banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Perlu dipastikan ketersediaannya agar konsisten di dalam menu,” katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa, seperti halnya susu sapi, "susu ikan" bisa menimbulkan alergi pada beberapa individu, serta faktor penerimaan rasa dan aroma yang mungkin tidak disukai oleh semua orang.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)









.jpg)




