- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
Warga Lihat 2 Teroris di Cawang Masih Hidup Saat Dibawa ke Mobil
Megapolitanpos.com:
Sejumlah warga di sekitar lokasi penyergapan teroris di Cawang, Jakarta
Timur melihat kalau dua dari 3 teroris yang ditangkap masih hidup. Hal
ini berlawanan dengan keterangan dari pihak RS Polri yang menyatakan 3
teroris di Cawang sudah tak bernyawa saat masuk ke rumah sakit.
"Yang
hidup dua orang. Yang meninggal satu. Tahunya masih hidup karena mereka
dibawa ke dalam mobil. Sedangkan yang satu ditembak," kata salah
seorang warga di sekitar lokasi yang enggan disebut namanya, Kamis
(13/5/2010).
Warga tersebut menceritakan saat itu tiga orang yang
diduga teroris turun dari taksi. Satu di antaranya langsung menaiki
motor yang ada di lokasi. Dua orang lainnya berjalan ke arah Pusat
Grosir Cililitan (PGC).
Namun tiba-tiba saja sejumlah pria
berbadan tegap yang bermuka kumel dan kucel datang dari segala arah.
Belum sempat mengendari motornya, seorang pria tersebut kemudian
ditembak.
"Dia terus tersungkur. Terus nggak lama dia takbir," jelasnya.
Menurut
saksi, warga di sekitar lokasi termasuk kakak ipar dan kakak kandungnya
ikut menyaksikan kejadian bak mirip film-film Hollywood tersebut. Tanpa
melawan dan tanpa memberontak, pria yang mau naik motor itu ditembak.
Karena
mendengar suara tembakan ke arah temannya, dua orang laki-laki lainnya
kemudian berlari. Pria-pria berbadan tegap itupun mengejar kedua pria
tersebut. Keduanya pun tertangkap.
"Kata kakak saya yang lihat
langsung, satu dipukul pakai pistol. Satu lagi dipukul pakai batu besar
wajahnya sampai berdarah-darah. Mereka tidak melawan dan tidak
memberontak," ungkapnya.
Melihat kejadian tersebut, warga sekitar
masih tak tahu apa gerangan yang terjadi. Tiba-tiba saja ada orang yang
berteriak rampok. Tak lama kedua pria yang ditangkap tersebut ditaruh
di tengah-tengah warga. Mendengar teriakan rampok tadi, warga kemudian
ikut menghakimi kedua pria tadi.
"Nggak tahu siapa yang berteriak. Jadi warga ikut gebukin," imbuhnya.
Setelah
itu, lanjut saksi ini, keduanya pun dibawa hidup-hidup ke mobil.
Sedangkan satu pria yang sudah tewas tersebut juga sudah digotong ke
dalam mobil.
Sebelumnya keterangan saksi ini berbeda dengan
keterangan Kepala RS Polri Brigjen Pol Budi Siswanto. Budi menjelaskan
ada 5 jenazah yang masuk ke RS Polri. 3 jenazah dari Cawang dan dua
jenazah dari Cikampek Timur. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari
pihak kepolisian mengenai kronologi yang terjadi.(detik)

.jpg)







.jpg)






