- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar

Keterangan Gambar : Poto : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Diduga gara - gara mematikan kompor gas LPG sebuah warung di kawasan Pujasera barat kawasan Wisata Istana Gebang, Kota Blitar, Rabu (19/8/2026) pagi dilalap si jago merah. Karuan saja saat banyak pengunjung datang sontak panik turut memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke warung sekitarnya.
Aksi heroik pemadaman oleh warga sesama pedagang dilakukan dengan cara mendobrak pintu harmonika, pada posisi warung tertutup salah satu pedagang mencium ada sesuatu terbakar didalam warung yang pada saat itu di tinggalkan pemiliknya.
Kepanikan bermula ketika sejumlah pengunjung dan pedagang mendengar suara gemeretak mencurigakan dari dalam warung. Suara tersebut semakin keras hingga membuat pengunjung yang tengah menikmati minuman mulai saling bertanya dan berteriak.
Baca Lainnya :
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
“Ini kayaknya ada yang terbakar, Pak, di dalam warung yang ditutup itu,” ujar salah seorang pengunjung dengan nada panik.
Mendengar suara tersebut, sejumlah pedagang yang akrab disapa Pak Gok dan Pak Aris langsung berlari mendekati lokasi untuk memastikan sumber suara.
Keduanya sontak kaget ketika mengetahui pintu rolling door warung terasa panas saat hendak dibuka.
Upaya membuka pintu juga tidak mudah lantaran warung dalam kondisi terkunci, sementara pemiliknya diketahui sedang berada di luar lokasi.
“Pintu mau dibuka tidak bisa karena dikunci oleh pemiliknya dan orangnya masih keluar. Begitu mau dibuka paksa, terdengar seperti ledakan dari dalam. Asap mulai mengepul ke mana-mana dan api terlihat berkobar dari celah pintu,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, para pedagang, pengunjung, serta petugas di kawasan Istana Gebang langsung bergerak cepat. Mereka bahu-membahu melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin membesar.
Dua alat pemadam api ringan (APAR) berukuran kecil langsung digunakan untuk menekan kobaran api. Karena api masih terlihat dari dalam warung, upaya pemadaman kemudian dilanjutkan dengan memanfaatkan selang kecil dari kran cuci tangan yang berada di depan kios.
Di saat yang sama, sejumlah orang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemerintah Kota Blitar untuk meminta penanganan lebih lanjut.
Tak berselang lama, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api yang sebelumnya mulai berkobar berhasil dikendalikan berkat kesigapan para pedagang, pengunjung, petugas Istana Gebang, dan tim pemadam kebakaran.
Meski api berhasil dipadamkan, kejadian tersebut sempat membuat suasana Pujasera Istana Gebang diliputi kepanikan. Para pedagang berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Mereka berharap keamanan kios dan fasilitas pujasera semakin diperhatikan, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu tempat mereka menggantungkan penghasilan sehari-hari.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kios-kios di sini menjadi tempat kami mencari rezeki,” harap salah seorang pedagang.
Kesigapan pedagang dan pengunjung dalam merespons kejadian tersebut menjadi langkah penting sehingga kobaran api dapat segera dikendalikan sebelum berpotensi meluas ke kios-kios lain di kawasan Pujasera Istana Gebang. ( za/mp )


.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)








