- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar

Keterangan Gambar : Poto : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Diduga gara - gara mematikan kompor gas LPG sebuah warung di kawasan Pujasera barat kawasan Wisata Istana Gebang, Kota Blitar, Rabu (19/8/2026) pagi dilalap si jago merah. Karuan saja saat banyak pengunjung datang sontak panik turut memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke warung sekitarnya.
Aksi heroik pemadaman oleh warga sesama pedagang dilakukan dengan cara mendobrak pintu harmonika, pada posisi warung tertutup salah satu pedagang mencium ada sesuatu terbakar didalam warung yang pada saat itu di tinggalkan pemiliknya.
Kepanikan bermula ketika sejumlah pengunjung dan pedagang mendengar suara gemeretak mencurigakan dari dalam warung. Suara tersebut semakin keras hingga membuat pengunjung yang tengah menikmati minuman mulai saling bertanya dan berteriak.
Baca Lainnya :
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
“Ini kayaknya ada yang terbakar, Pak, di dalam warung yang ditutup itu,” ujar salah seorang pengunjung dengan nada panik.
Mendengar suara tersebut, sejumlah pedagang yang akrab disapa Pak Gok dan Pak Aris langsung berlari mendekati lokasi untuk memastikan sumber suara.
Keduanya sontak kaget ketika mengetahui pintu rolling door warung terasa panas saat hendak dibuka.
Upaya membuka pintu juga tidak mudah lantaran warung dalam kondisi terkunci, sementara pemiliknya diketahui sedang berada di luar lokasi.
“Pintu mau dibuka tidak bisa karena dikunci oleh pemiliknya dan orangnya masih keluar. Begitu mau dibuka paksa, terdengar seperti ledakan dari dalam. Asap mulai mengepul ke mana-mana dan api terlihat berkobar dari celah pintu,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, para pedagang, pengunjung, serta petugas di kawasan Istana Gebang langsung bergerak cepat. Mereka bahu-membahu melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin membesar.
Dua alat pemadam api ringan (APAR) berukuran kecil langsung digunakan untuk menekan kobaran api. Karena api masih terlihat dari dalam warung, upaya pemadaman kemudian dilanjutkan dengan memanfaatkan selang kecil dari kran cuci tangan yang berada di depan kios.
Di saat yang sama, sejumlah orang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemerintah Kota Blitar untuk meminta penanganan lebih lanjut.
Tak berselang lama, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api yang sebelumnya mulai berkobar berhasil dikendalikan berkat kesigapan para pedagang, pengunjung, petugas Istana Gebang, dan tim pemadam kebakaran.
Meski api berhasil dipadamkan, kejadian tersebut sempat membuat suasana Pujasera Istana Gebang diliputi kepanikan. Para pedagang berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Mereka berharap keamanan kios dan fasilitas pujasera semakin diperhatikan, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu tempat mereka menggantungkan penghasilan sehari-hari.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kios-kios di sini menjadi tempat kami mencari rezeki,” harap salah seorang pedagang.
Kesigapan pedagang dan pengunjung dalam merespons kejadian tersebut menjadi langkah penting sehingga kobaran api dapat segera dikendalikan sebelum berpotensi meluas ke kios-kios lain di kawasan Pujasera Istana Gebang. ( za/mp )














