- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

Keterangan Gambar : EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Pratikno Targetkan Indonesia Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Pameran internasional untuk mitigasi bencana, penyelamatan, dan peralatan darurat, Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026, resmi dibuka pada Rabu (12/8/2026) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran berskala internasional ini akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026 dan menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri.
Sebagai platform Business-to-Business (B2B), EDRR Indonesia 2026 menampilkan berbagai inovasi teknologi masa depan, sistem peringatan dini, peralatan penyelamatan mutakhir, hingga solusi manajemen keselamatan dan tanggap darurat yang ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana global.

Baca Lainnya :
Pameran ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, didampingi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala BASARNAS Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, serta sejumlah pejabat tinggi pemerintah, TNI, Polri, pelaku industri, dan mitra internasional.
Dalam pidato pembukaannya, Pratikno menegaskan bahwa teknologi kebencanaan harus mampu menghasilkan tindakan nyata yang menyelamatkan masyarakat.
“Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bencana, di mana terdapat hampir 5.000 bencana setiap tahunnya. Karena itu, kami mengajak semua pihak memperkuat Aksi Merespons Peringatan Dini. Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini,” ujar Pratikno.
Ia menambahkan bahwa Indonesia menargetkan menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia, bukan sekadar laboratorium atau pasar bagi teknologi kebencanaan.
“Kami ingin mencapai kemandirian teknologi, mendorong industri kebencanaan dalam negeri, serta membuka peluang alih teknologi, riset bersama, dan investasi internasional,” tegasnya.»
Sementara itu, Vice President Shanghai International Exhibition (Group) Co. Ltd (SIEC) – CPIT Shanghai, Fiona Bai, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi tanggap darurat.
Menurutnya, EDRR Indonesia 2026 diharapkan menjadi jembatan kerja sama yang efisien dan berkelanjutan untuk pertukaran teknologi cerdas, digital, dan ramah lingkungan guna memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia dan Asia Tenggara.
Didukung Kementerian, Lembaga, dan Organisasi Internasional
Penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026 mendapat dukungan luas dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kemenko PMK, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, BNPB, BMKG, BASARNAS, BRIN, BPBD DKI Jakarta, TNI, Polri, serta berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemanusiaan nasional maupun internasional.
Di antaranya adalah Universitas Pertahanan RI, Universitas Budi Luhur, LSPR Institute, MER-C, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), World Humanitarian Day, dan Yayasan Adaptasi Bencana Indonesia (YABI).
Hadirkan 10 Program Strategis
Selama tiga hari pelaksanaan, EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga menghadirkan 10 program strategis utama yang berfokus pada penguatan kapasitas mitigasi bencana, keselamatan kerja, medis darurat, hingga kerja sama investasi lintas negara.
Program tersebut meliputi S&D Global Safety and Development Conference, Seminar iSafety, Forum Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), G60 Medical Industry Cooperation, Smart Firefighting & Industrial Safety Forum, Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan, Forum World Humanitarian Day, Business Matching, Penandatanganan MoU Bilateral, serta Pelatihan dan Simulasi Manajemen Bencana (CPR Workshop).
CEO Seven Event Andy Wismarsyah menyatakan bahwa EDRR Indonesia 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas kemanusiaan.
“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya memamerkan teknologi maju, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas, mendorong inovasi, dan membangun jejaring kolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih siap, tangguh, aman, dan responsif menghadapi berbagai risiko bencana,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif pelaku industri global dan dukungan berbagai institusi nasional maupun internasional, EDRR Indonesia 2026 diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan standar keselamatan, sistem peringatan dini, serta manajemen darurat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.(AS/MP).


.jpg)
.jpg)


.jpg)








