- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Malang — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi membuka gelaran Festival Mbois 11 – Malang Menyala 2026 yang dirangkaikan dengan Malang Creative Connect Conference di Area Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Jumat (21/8). Dalam kesempatan tersebut, Menkop mendorong sinergi lintas sektor antara ekonomi kreatif (ekraf), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas guna mentransformasikan lini usaha mereka ke dalam bentuk badan usaha koperasi.
Menkop menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan wadah ideal untuk memperkuat ekosistem bisnis anak muda, pelaku industri kreatif, hingga klub olahraga. Ia mencontohkan raksasa sepak bola Spanyol, FC Barcelona, yang sukses beroperasi dengan struktur koperasi.
"Komunitas yang terbangun dari kegiatan UMKM, ekonomi kreatif, bahkan pariwisata, dan olahraga sebenarnya bisa diwadahi menjadi badan usaha koperasi. Animator, konten kreator, hingga ilustrator muda bisa dihimpun. Melalui koperasi, masalah permodalan awal sebelum mendapatkan kontrak bisa diatasi dengan skema pembiayaan yang tepat," ujar Menkop.
Baca Lainnya :
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Kemenkop Dukung Penghargaan Koperasi Berkelanjutan, 34 Koperasi Terbaik Terima Award 2026
- Realisasi Anggaran Kemenkop Lampaui Rp1 Triliun, Penguatan KDKMP Jadi Prioritas Nasional
- Petani Tebu Dapat Kepastian Pasar, Pemerintah Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Gula
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Kepala UPT Dinas Koperasi Provinsi Jatim Anjik Sudiyantoro, Ketua Umum Koperasi SBW Sri Untari, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Malang Pipit Wahyu Nugroho, Business Development Manager PrivylD Zuwin Adriano, Country Director untuk Indonesia dan Director untuk Southeast Asia British Council Summer Xia, Ketua pelaksana Festival Mbois Gedeon Soerja serta forkopimda dan para insan koperasi.
Hadirnya ajang Festival Mbois 11 terasa kian spesial karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Stadion Gajayana sebagai stadion tertua di Indonesia. Menkop mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang yang berencana mengembangkan kawasan stadion menjadi hub terpadu bagi UMKM, ekonomi kreatif, budaya, hingga industri olahraga.
Festival Mbois 11 - Malang Menyala 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kota Malang. Kawasan ini didorong menjadi hub ekonomi kreatif, termasuk melalui Pojok Koperasi, yang dapat menjadi ruang untuk mendorong terbentuknya koperasi-koperasi baru.
“Komunitas UMKM dan ekonomi kreatif, seperti animator, konten kreator dan ilustrator dapat berhimpun dalam koperasi untuk mengembangkan potensi, memperkuat usaha, dan menciptakan nilai tambah bersama. Saya menyarankan agar dibuat Koperasi Corner di kawasan Stadion Gajayana untuk memberikan pendampingan dan edukasi bagi generasi Gen Z serta milenial yang ingin mendirikan koperasi," tambahnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan data dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang yang mencatat terdapat 711 koperasi di Kota Malang. Dari angka tersebut, sebanyak 418 koperasi aktif menjalankan kegiatan usaha dan layanannya, sementara 293 koperasi lainnya masih berstatus tidak aktif.
Pemkot Malang berupaya menggali potensi kreatif daerah untuk dihubungkan dengan penguatan lembaga koperasi. Koperasi dan ekonomi kreatif dinilai memiliki titik temu karena sama-sama bertumpu pada semangat gotong royong, kemandirian, dan penciptaan nilai.
"Kami berharap koperasi di Kota Malang dapat terus berkembang menjadi lembaga yang semakin modern, profesional, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan generasi muda dan perkembangan zaman. Ketika kreativitas bertemu dengan kekuatan kebersamaan, maka yang lahir bukan hanya karya dan usaha, melainkan juga kesempatan kerja dan nilai tambah bagi kota," tutur Wali Kota Wahyu Hidayat.(AS/MP).



.jpg)
.jpg)











