- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Sinergi DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Pembangunan melalui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
- Polda Metro Ungkap Sindikat Peredaran Meterai Palsu, Dirjen Pajak Beri Penghargaan
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan

Keterangan Gambar : Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sumut
MEGAPOLITANPOS.COM, Medan, Sumatera Utara — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional melalui Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara. Program ini menjadi jembatan bagi wirausaha hasil inkubasi untuk memperoleh akses pembiayaan, pasar, teknologi, perizinan, sertifikasi, hingga kemitraan usaha.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, Bursa Wirausaha Unggulan tidak sekadar menjadi forum seminar maupun pameran produk. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan wirausaha yang telah mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan inkubasi mampu mengembangkan usahanya secara produktif dan berkelanjutan.
“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara komprehensif, mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, pelatihan, hingga akses pemasaran,” kata Maman dalam Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).
Baca Lainnya :
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
Melalui Bursa Wirausaha Unggulan, produk dan usaha yang telah dipersiapkan melalui proses inkubasi dipertemukan dengan calon pembeli, lembaga pembiayaan, mitra usaha, penyedia teknologi, serta jejaring pemasaran dan logistik.
Libatkan 17 Lembaga Inkubator
Maman menjelaskan, Kementerian UMKM juga mengoptimalkan keberadaan lembaga inkubasi, baik di dalam maupun di luar kampus, untuk memperluas jangkauan pendampingan terhadap sekitar 57 juta UMKM di Indonesia.
Khusus di Sumatera Utara, terdapat 17 lembaga inkubator yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah.
Penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui tiga tahapan yang saling terhubung. Tahap pertama adalah memperkuat fondasi usaha melalui inkubasi, pendampingan, dan PRO-KESRA Produktif.
Tahap kedua dilakukan dengan membuka akses pertumbuhan melalui Bursa Wirausaha Unggulan. Sementara tahap ketiga berupa penguatan pendampingan pascainkubasi melalui SAPA UMKM.
“PRO-KESRA Produktif kita siapkan untuk menyeragamkan kurikulum dan kebijakan, termasuk pembiayaan serta pembinaan dan pelatihan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar lebih terukur dan tepat sasaran,” ujar Maman.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung target pemerintah dalam menciptakan sekitar 10 juta wirausaha dan pekerja, sesuai arahan Presiden.
Dorong Business Matching dan Akses Pembiayaan
Pada tahap berikutnya, Bursa Wirausaha Unggulan menghadirkan business matching untuk mempertemukan wirausaha yang telah siap berkembang dengan calon mitra usaha dan lembaga pembiayaan.
Menurut Maman, keberhasilan program kewirausahaan tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta atau banyaknya produk yang dipamerkan. Indikator yang lebih penting adalah tindak lanjut konkret yang dihasilkan.
Hal tersebut mencakup pembiayaan, transaksi, kemitraan, pembukaan pasar baru, hingga peningkatan skala usaha.
“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
KUR Sumut Capai Rp11 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, Maman juga memaparkan perkembangan akses pembiayaan bagi UMKM di Sumatera Utara.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Utara telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada sekitar 168 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp7,56 triliun disalurkan kepada sektor produksi.
Sementara melalui Bank Sumut, penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp954 miliar atau mendekati Rp1 triliun.
Melihat kinerja tersebut, Kementerian UMKM akan mengupayakan peningkatan kuota KUR Bank Sumut hingga sekitar Rp2 triliun. Langkah ini diharapkan semakin memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara.
Penguatan kewirausahaan nasional juga memiliki landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
Maman mengatakan, target rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045 membutuhkan ekosistem kewirausahaan yang sehat, kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lebih banyak wirausaha produktif.
1,4 Juta UMKM di Sumatera Utara
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan sebesar 4,1 persen. Sektor tersebut menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja.
Namun, sebanyak 99,55 persen UMKM di Sumatera Utara masih berada dalam kategori usaha mikro.
Menurut Bobby, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan program pemberdayaan yang lebih terarah agar semakin banyak usaha mikro dapat naik kelas menjadi usaha kecil, kemudian berkembang menjadi usaha menengah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan, penguatan pembukuan, penyusunan studi kelayakan, serta peningkatan kesiapan bisnis juga menjadi aspek penting agar UMKM semakin mudah mengakses pembiayaan maupun investasi.
“Kita ingin program ini menghasilkan aksi nyata dan membawa UMKM naik kelas,” katanya.
USU Siap Jadi Simpul Kolaborasi
Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muryanto Amin mengapresiasi dukungan Kementerian UMKM dalam memperkuat kapasitas dan akses UMKM melalui Bursa Wirausaha Unggulan.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan mitra dan dukungan yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha.
“Alhamdulillah, melalui ajang ini banyak UMKM bisa mendapatkan mitra. Support dari Pak Menteri luar biasa. Semoga ke depan semakin kuat. Komitmen USU untuk UMKM tidak perlu diragukan lagi, kami siap mendukung,” ujar Muryanto Amin.
Maman berharap perguruan tinggi terus mengambil peran sebagai simpul kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, pembiayaan, dan dunia usaha.
Menurutnya, kampus tidak hanya memiliki peran menyiapkan pencari kerja, tetapi juga harus menjadi ruang untuk melahirkan generasi pencipta lapangan kerja.
Melalui penguatan inkubasi, business matching, akses pembiayaan, serta pendampingan pascainkubasi, Bursa Wirausaha Unggulan diharapkan mampu mendorong semakin banyak UMKM Sumatera Utara naik kelas dan menjadi bagian dari penguatan kewirausahaan nasional.(AS/MP)..

.jpg)
.jpg)













