- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Wantimpres dan Politikus Muda Hadiri Pelepasan 354 Pekerja Migran Indonesia

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kembali melepas sebanyak 354 pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdiri dari 349 PMI program Government to Government (G to G) penempatan ke Korea Selatan (Korsel) dan 5 PMI program Special Placement Program to Taiwan (SP2T) Taiwan di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin sore (22/7/2024).
Pelepasan para pahlawan devisa itu turut dihadiri Sekretaris Anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) dan Pembina Tim Kajian Penyelesaian Permasalahan Pekerja Migran Indonesia, Sudirman Tarigan, dan politikus muda PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro.
Benny Rhamdani menyampaikan, saat ini BP2MI sedang berpacu di tengah transformasi dari UU No. 39/2004 menjadi UU No. 18/2017. Adapun point fundamental dalam perubahan tersebut yakni tentang bagaimana meluruskan paradigma negara tentang Pekerja Migran Indonesia.
Baca Lainnya :
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
“Pandangan yang menganggap Pekerja Migran Indonesia sebagai pekerja rendahan dan sering bermasalah seperti kekerasan fisik, seksual, gaji tidak terbayar, serta pemutusan hubungan kerja secara sepihak adalah keliru. Justru sebaliknya, Pekerja Migran Indonesia adalah warga negara yang layak mendapatkan penghormatan dan perlakuan istimewa dari negara," kata Benny dalam sambutannya seperti dilansir laman resmi BP2MI.
Menurut Benny, pekerja migran Indonesia adalah pejuang keluarga dan pahlawan devisa negara.
"Untuk masa depan keluarga, mereka berani meninggalkan kampung halaman dan negara. Hebatnya, mereka bekerja dan memberikan 227 triliun sumbangan devisa ke negara, sumbangan terbesar kedua setelah sektor migas," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Sudirman Tarigan mengatakan, Wantimpres sangat peduli dengan Pekerja Migran Indonesia dan telah membentuk tim kajian yang mottonya adalah memanusiakan Pekerja Migran Indonesia.

“Ketuanya Dr. Triana Dewi Seroja. Untuk memahami masalah Pekerja Migran Indonesia kami sudah keliling Indonesia mulai dari Lombok, Indramayu, Karawang, Banyuwangi, dan daerah-daerah lainnya," jelas Sudirman yang turut memberikan motivasi kepada para pekerja migran Indonesia.
“Sehebat apapun Korea, tetap NKRI yang terbaik. Kibarkan bendera Merah Putih dan jangan tunjukan sikap yang tidak baik. Tunjukkan hal baik yang mencerminkan Indonesia. Kalian baik, Indonesia baik, kalian buruk, Indonesia Buruk," cetus Sudirman memotivasi semangat pekerja migran Indonesia sebagai penyumbang devisa negara ini.
Dihadapan para pekerja migran Indonesia, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, “Berangkat ke Korea adalah kesempatan untuk membuktikan mental dan spirit Indonesia dan hari ini adalah gerbang menuju mimpi kawan-kawan sekalian. Dengan credential letters, artinya kalian sudah menjadi duta-duta kecil yang meskipun tidak bertugas sebagai seorang diplomat, tapi tetap merepresentasikan Merah Putih."(*/Anton)




.jpg)












