- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Tak Otomatis Jadi Kerugian Negara
Wantimpres dan Politikus Muda Hadiri Pelepasan 354 Pekerja Migran Indonesia

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kembali melepas sebanyak 354 pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdiri dari 349 PMI program Government to Government (G to G) penempatan ke Korea Selatan (Korsel) dan 5 PMI program Special Placement Program to Taiwan (SP2T) Taiwan di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin sore (22/7/2024).
Pelepasan para pahlawan devisa itu turut dihadiri Sekretaris Anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) dan Pembina Tim Kajian Penyelesaian Permasalahan Pekerja Migran Indonesia, Sudirman Tarigan, dan politikus muda PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro.
Benny Rhamdani menyampaikan, saat ini BP2MI sedang berpacu di tengah transformasi dari UU No. 39/2004 menjadi UU No. 18/2017. Adapun point fundamental dalam perubahan tersebut yakni tentang bagaimana meluruskan paradigma negara tentang Pekerja Migran Indonesia.
Baca Lainnya :
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
“Pandangan yang menganggap Pekerja Migran Indonesia sebagai pekerja rendahan dan sering bermasalah seperti kekerasan fisik, seksual, gaji tidak terbayar, serta pemutusan hubungan kerja secara sepihak adalah keliru. Justru sebaliknya, Pekerja Migran Indonesia adalah warga negara yang layak mendapatkan penghormatan dan perlakuan istimewa dari negara," kata Benny dalam sambutannya seperti dilansir laman resmi BP2MI.
Menurut Benny, pekerja migran Indonesia adalah pejuang keluarga dan pahlawan devisa negara.
"Untuk masa depan keluarga, mereka berani meninggalkan kampung halaman dan negara. Hebatnya, mereka bekerja dan memberikan 227 triliun sumbangan devisa ke negara, sumbangan terbesar kedua setelah sektor migas," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Sudirman Tarigan mengatakan, Wantimpres sangat peduli dengan Pekerja Migran Indonesia dan telah membentuk tim kajian yang mottonya adalah memanusiakan Pekerja Migran Indonesia.

“Ketuanya Dr. Triana Dewi Seroja. Untuk memahami masalah Pekerja Migran Indonesia kami sudah keliling Indonesia mulai dari Lombok, Indramayu, Karawang, Banyuwangi, dan daerah-daerah lainnya," jelas Sudirman yang turut memberikan motivasi kepada para pekerja migran Indonesia.
“Sehebat apapun Korea, tetap NKRI yang terbaik. Kibarkan bendera Merah Putih dan jangan tunjukan sikap yang tidak baik. Tunjukkan hal baik yang mencerminkan Indonesia. Kalian baik, Indonesia baik, kalian buruk, Indonesia Buruk," cetus Sudirman memotivasi semangat pekerja migran Indonesia sebagai penyumbang devisa negara ini.
Dihadapan para pekerja migran Indonesia, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, “Berangkat ke Korea adalah kesempatan untuk membuktikan mental dan spirit Indonesia dan hari ini adalah gerbang menuju mimpi kawan-kawan sekalian. Dengan credential letters, artinya kalian sudah menjadi duta-duta kecil yang meskipun tidak bertugas sebagai seorang diplomat, tapi tetap merepresentasikan Merah Putih."(*/Anton)















