- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
Wamen UMKM Tekankan Pentingnya Peran Kampus Sebagai Ruang Tumbuh Kewirausahaan

Keterangan Gambar : Wamen Helvi saat menjadi pemateri pada acara Kuliah Umum Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI)
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang tumbuh kewirausahaan khususnya bagi generasi muda.
"Saat kita bicara masa depan kewirausahaan di kalangan generasi muda, tak bisa lepas dari peran kampus sebagai ruang tumbuh dan berinovasi," kata Wamen Helvi saat menjadi pemateri pada acara Kuliah Umum Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) dengan tema “Campus Startup Culture: Menciptakan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi” di Bandung, Kamis (26/6).

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak wirausahawan baru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.
Campus Startup Culture, kata Wamen Helvi, bukan sekadar istilah tetapi semangat menanamkan budaya kewirausahaan sebagai bagian dari kehidupan kampus yang menyatu dalam proses belajar.
"Rasio kewirausahaan Indonesia saat ini berada di angka 3,08%, dan pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 3,6% pada tahun 2029. Sehingga kita butuh lebih banyak wirausahawan muda, dan kampus adalah tempat yang tepat dan potensial untuk mencetaknya," ujarnya.
Wamen Helvi menyatakan, Kementerian UMKM mencatat bahwa hingga pertengahan 2025, terdapat 690 lembaga inkubator yang telah terdaftar secara nasional, dan lebih dari sepertiganya berbasis di perguruan tinggi.
Perguruan tinggi, kata Wamen Helvi, adalah ruang tumbuh para intelektual muda, tempat riset bertemu realitas, dan tempat idealisme diuji oleh kebutuhan masyarakat.
"Ini menunjukkan bahwa kampus bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi telah menjadi ruang tumbuh yang nyata bagi wirausaha muda yang peka terhadap persoalan sosial, teknologi, perempuan, hingga pedesaan," katanya.
Wamen Helvi juga mengingatkan kepada peserta bahwa UMKM bukan semata soal skala usaha kecil, tetapi tentang keberanian masyarakat untuk mandiri, menggerakkan ekonomi keluarga, dan menjaga denyut perekonomian nasional dari lapisan paling bawah.
Maka, ia menambahkan, memberdayakan UMKM sesungguhnya adalah memperkuat fondasi ekonomi bangsa secara menyeluruh. Karena ketika UMKM tumbuh, perekonomian bangsa ini akan bergerak lebih stabil, inklusif, dan berdaulat.
Saat ini, Wamen Helvi melanjutkan, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital. Karena di tengah perubahan zaman, transformasi UMKM ke arah digital menjadi keniscayaan.
"Namun lebih dari sekadar hadir di platform e-commerce, yang kami dorong adalah perubahan pola pikir, adaptasi teknologi, dan penguatan model bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini," tuturnya.
Wamen Helvi menekankan, Kementerian UMKM siap mendampingi, memfasilitasi, memberi pelatihan, hingga menfasilitasi jejaring kemitraan agar program ini memberikan dampak positif yang nyata.
"Mahasiswa sekalian, hari ini menjadi wirausaha bukan lagi alternatif, melainkan jalan utama menuju kemandirian dan kemajuan. Kalian bukan hanya calon pekerja, tetapi pencipta pekerjaan. Jangan takut memulai, jangan malu gagal. Yang terpenting, berani mencoba, terus belajar, dan memberikan makna atas apa yang kalian bangun," katanya.

.jpg)
.jpg)
.jpg)












