Breaking News
- Digitalisasi Membuka Akses Masyarakat untuk Dapatkan Layanan Pertanahan Lebih Mudah
- Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Peran Strategis MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional
- Kajian Tarawih di Masjid UI, Menteri Nusron Bicara Sanad Keilmuan dan Etika Kepemimpinan
- Menkop: Kolaborasi Lintas K/L Kunci Sukses Percepatan Integrasi Program PKH Dalam Ekosistem Kopdes Merah Putih
- Wamenkop Farida Ajak Gen Z Kembali ke Desa Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
- Percepat Akses Pembiayaan UMKM Sumut, Kementerian UMKM Gelar Akad Massal KUR
- Refleksi Setahun Eman - Dena, Pemkab Majalengka Tegaskan Komitmen Langkung Sae
- Greget Bupati Blitar Akan Manfaatkan 6 Aset Tidur 2027 Topang Peningkatan PAD
- Bupati Barito Utara, Di Hadapan Allah, Kita Semua Berdiri dalam Saf yang Sama
- Ramadhan 1447 H, Bupati dan Sekda Barut Dekatkan Diri dengan Warga Lewat Tarawih Berjamaah
Percepat Akses Pembiayaan UMKM Sumut, Kementerian UMKM Gelar Akad Massal KUR

Keterangan Gambar : kegiatan Sosialisasi dan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun
MEGAPOLITANPOS.COM, Pematang Siantar, – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat akses pembiayaan bagi pengusaha di Sumatera Utara melalui kegiatan Sosialisasi dan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam percepatan penyaluran KUR sekaligus peningkatan kualitas akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya percepatan penyaluran KUR sekaligus perbaikan kualitas akses pembiayaan UMKM,” ujar Riza dalam
kegiatan yang digelar di Sapo Siantar, Senin (23/2/2026).
Sebanyak 450 pengusaha UMKM dari Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun mengikuti kegiatan ini.
Dari jumlah tersebut, 250 pengusaha melakukan penandatanganan akad KUR secara langsung.
Sementara 200 pengusaha lainnya mengikuti sosialisasi dan pendampingan melalui coaching clinic untuk mengatasi berbagai kendala akses pembiayaan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan usaha.
Turut hadir Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Utara III, Bane Raja Manalu, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pembiayaan UMKM di daerah.
Kolaborasi Perbankan Percepat Penyaluran
Kegiatan ini melibatkan sejumlah bank penyalur KUR, di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Mandiri, dan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara.
Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyaluran KUR sekaligus meningkatkan literasi pembiayaan di kalangan pengusaha UMKM.
Riza menambahkan, akses pembiayaan merupakan salah satu kunci transformasi UMKM agar masuk dalam ekosistem pemberdayaan yang lebih terintegrasi.
Transformasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet, tetapi juga penguatan struktur usaha, perluasan pasar, serta peningkatan daya saing produk dalam negeri.
Kinerja KUR Nasional dan Regional
Secara nasional, penyaluran KUR sepanjang 2025 mencapai Rp270 triliun atau sekitar 94 persen dari target, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 4,5 juta pengusaha UMKM.
Dari sisi kualitas, 2,7 juta merupakan debitur baru dan 1,5 juta debitur berhasil naik kelas (graduasi).
Untuk pertama kalinya, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi melampaui target, mencapai 60,7 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian.
Di tingkat regional, Sumatera Utara mencatat penyaluran KUR sebesar Rp14,7 triliun kepada 248 ribu pengusaha UMKM sepanjang 2025.
Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah dengan realisasi terbesar, yakni Rp1,18 triliun kepada lebih dari 21 ribu pengusaha UMKM.
Sementara Kota Pematang Siantar mencatat penyaluran Rp234 miliar kepada sekitar 3 ribu pengusaha UMKM.
Memasuki 2026, tren positif berlanjut
Hingga 22 Februari 2026, penyaluran KUR di Sumatera Utara telah mencapai Rp1,86 triliun kepada lebih dari 32 ribu pengusaha UMKM.
Strategi Pemberdayaan Terintegrasi
Riza menegaskan, kegiatan Sosialisasi dan Akad Massal KUR bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan yang lebih luas melalui pendekatan terintegrasi antara pembiayaan dan pendampingan.
Pemerintah berharap penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha dapat membuka ruang percepatan realisasi KUR sekaligus memperkuat ketahanan usaha di daerah.
“Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, UMKM di Sumatera Utara diharapkan semakin kokoh sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan penopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Riza.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)












