- Kaskogabwilhan II Pimpin Laporan Korps Rapor Kenaikan Pangkat Prajurit: Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab.
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
- Syukuran HUT ke-81 TNI di Makogabwilhan II: Kaskogabwilhan II Potong Tumpeng dan Tekankan Pentingnya Syukur serta Soliditasm
- HUT ke-81 TNI, Kogabwilhan II Komitmen Perkuat Profesionalisme Demi Kawal Kedaulatan Negara.
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi
Wamen ATR/BPN Tinjau Inovasi MEMBARA di Kosambi, Membumikan Layanan Pertanahan Hingga Ujung Daerah

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Rabu, (22/07/2025)
MEGAPOLITANPOS.COM Kabupaten Tangerang - Tepatnya tanggal 22 Juli 2025, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, untuk melihat langsung aksi nyata inovasi layanan pertanahan keliling yang diinisiasi Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang — MEMBARA, (Mendekat Merapat Bersama Rakyat).
Program ini menjadi bentuk kehadiran negara yang benar-benar turun kaki ke tanah, menghadirkan pelayanan pertanahan secara langsung ke tengah masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terjauh yang sulit dijangkau.
Di sela-sela peninjauan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Yayat Ahadiat Awaludin, menjelaskan langsung kepada Wamen ATR/BPN mengenai latar belakang lahirnya inovasi ini. Ia menyampaikan bahwa luas wilayah Kabupaten Tangerang yang mencapai lebih dari 95 ribu hektar, terbentang di 29 kecamatan, 28 kelurahan, dan 246 desa, menuntut cara kerja baru yang tidak bergantung pada ruang kantor semata.
Baca Lainnya :
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!

“Bukan masyarakat yang datang ke kami, tapi kami yang harus hadir di tengah mereka,” ujar Yayat sambil menunjukkan titik-titik lokasi layanan keliling yang telah dijalankan dalam program MEMBARA.
Wamen ATR/BPN mengapresiasi langkah progresif ini sebagai perwujudan nyata dari semangat reformasi birokrasi. Menurutnya, inovasi seperti MEMBARA adalah bentuk keberpihakan birokrasi kepada masyarakat kecil yang seringkali berada di luar jangkauan sistem.
“Kita tidak boleh menunggu rakyat datang. Kita yang harus mendekat, merapat, dan melayani. MEMBARA adalah contoh yang harus ditiru,” tegas Wamen dengan penuh penghargaan.
Apresiasi yang sama juga datang dari perwakilan Ombudsman Republik Indonesia dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, yang menilai program ini sebagai bukti hadirnya layanan publik yang responsif dan humanis.

Dari balik panasnya tenda pelayanan di lapangan, dari sapaan warga pesisir dan desa-desa pelosok, semangat MEMBARA menyala: menyatukan birokrasi dan rakyat tanpa sekat, dengan pelayanan yang tidak lagi menunggu, tapi menjemput.
Karena bagi Kantah Kabupaten Tangerang, inovasi bukan soal teknologi canggih—tapi tentang keberanian untuk lebih dekat dan lebih peduli. ** (Nan)










.jpg)




