Breaking News
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Walikota Blitar : Peringatan HBK Ke 121 Menjadi Spirit Melestarikan Nilai Luhur Ajaran Bung Karno

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Segenap Bangsa Indonesia khususnya masyarakat Blitar, mengetahui hal ikhwal sejarah tanggal 6 Juni 1901, dimana saat itu sejarah telah mencatat peristiwa penting, yakni lahirnya Presiden Pertama RI Ir. Soekarno. Dan untuk mengenang ketauladanan Bapak Bangsa ini, pada Senin malam (06/06/22) Walikota Drs. Santoso, M.P.d hadir secara pribadi pada acara selamatan brokohan mengenang kelahiran Sang Proklamator di Istana Gebang Kelurahan Bendogerit. "Sedangkan makna dari Brokohan atau barokahan ini adalah wujud rasa syukur atas anugerah dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang biasa dilakukan dalam adat budaya jawa dalam menyambut kelahiran bayi," ungkap Santoso.
Suasana malam brokohan yang juga di hadiri Komandan Korem 081/DSJ, Forkopimda TNI/Polri, Santoso juga menyebutkan, kehadiran TNI/Polri bersama Pemkot Blitar juga merupakan bagian dari sinergitas dan kekompakan, contoh keteladanan Bung Karno yang terlahir pada 6 Juni 1901, dan peringatan ini sudah yang ke 121.
"Alhamdulilah acara malam ini dihadiri oleh pak Danrem, dalam rangka bhakti sosial bagi masyarakat Kota Blitar, ini adalah sebagai bentuk sinergitas antara TNI/Polri, Pemerintah Kota Blitar dan masyarakat Kota Blitar dalam rangka mengadakan selamatan atas lahirnya Bung Karno," tutur Walikota.
Selanjutnya juga dikatakan oleh orang nomor satu di Kota Blitar, moment bulan Bung Karno adalah agar seluruh ajaran dan ketauladanan Bung Karno menjadi warisan yang memiliki nilai luhur yang harus jadi contoh dan panutan kita semua.
"Mudah- mudahan seluruh ketauladanan almarhum Bung Karno ini, api dan semangat perjuangannya senantiasa dapat diwarisi oleh masyarakat kota Blitar yang kita cintai, dan pada seluruh Bangsa Indonesia umumnya," harapnya.
Walikota Blitar juga menekankan bulan Bung Karno adalah juga bagian dari destinasi wisata Kota Blitar, diawali dari tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila, pada tanggal 6 Juni adalah hari lahirnya Bung Karno dan pada tanggal 20 Juni adalah wafatnya Bung Karno diperingati sebagai Khaul Bung Karno.
Selama satu bulan penuh Kota Blitar akan menjadi pusat perhatian khalayak Nasional dan Internasional, karena disini ada bazar jadoel dengan kuliner tempo dulu, kesenian tradisional, kirab budaya dan lainya. Pada malam brokohan di Istana Gebang juga digelar pentas seni pagelaran wayang kulit semalam suntuk menandai pagelaran.
Walikota Blitar menyempatkan diri menyerahkan salah satu tokoh wayang Gatot Kaca kepada Sang Dalang dari lokal Blitar, pentas seni malam itu cukup banyak dipadati pengunjung yang haus hiburan, karena selama masa pandemi tak ada kemewahan semua kegiatan dilakukan sangat sederhana dan tidak terbuka untuk umum seperti tahun ini, meski demikian untuk menuju masa dari pandemi menuju endemi masyarakat juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.(adv.kmftik/za/mp)

















