- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
- Kapolres Majalengka Ajak Bobotoh Junjung Sportivitas Saat Nobar Persib vs Persebaya
- Munjirin Panen Padi Ciherang di Cakung, Urban Farming Bali Lestari Hasilkan 10 Ton Gabah
Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kalau kamu merasa hari pertama Idul Fitri sudah cukup "menguras tenaga" karena bolak-balik makan opor, namun siap-siap karena hari kedua justru babak lanjutan!
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, lewat unggahan santai di media sosial. Minggu, (22/03/2026).
Menurutnya, setelah hari pertama fokus di keluarga inti, kini saatnya naik level: silaturahmi ke sanak saudara yang lebih jauh. Ibarat game, ini sudah masuk stage berikutnya dengan tantangan yang sama: makan lagi!
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
"Hari kedua Idul Fitri, rute silaturahmi masih berlanjut," tulisnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun dengan gaya jenaka mengingatkan, jangan sampai Lebaran cuma jadi ajang "balas dendam" kuliner setelah puasa sebulan penuh.
"Bukan cuma soal opor yang ludes, "ujarnya," tapi obrolan hangat dan maaf yang tulus."
Kalimat ini langsung relatable karena di lapangan, sering kali niat silaturahmi berubah jadi "misi mencicipi semua menu". Dari ketupat, opor, sambal goreng, sampai kue kering yang entah sudah berapa toples.
Namun di balik candaan itu, Iing menegaskan satu hal penting: Lebaran adalah tentang kembali mendekatkan hati, bukan sekadar mengenyangkan perut.
Ia juga menyentil realita klasik: perjalanan silaturahmi yang kadang lebih melelahkan daripada mudik itu sendiri. Tapi tetap saja, semua terbayar ketika bertemu keluarga.
"Sejauh apa pun melangkah, keluarga dan sahabat adalah tempat pulang paling nyaman," pesannya.
Menutup unggahannya, Iing seolah memberi energi tambahan bagi warga yang masih melanjutkan "maraton Lebaran".
"Selamat melanjutkan silaturahmi!"
Jadi, kalau hari ini kamu sudah bilang "ini rumah terakhir" tapi ternyata masih ada undangan berikutnya, tenang... kamu tidak sendiri. Lebaran memang bukan soal kuat makan, tapi kuat jalan dan kuat hati untuk tetap tersenyum. ** (Agit)











1.jpg)





