- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama istri tercinta.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Momentum Idul Fitri 1447 H dimaknai dengan penuh haru oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman. Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Minggu, (22/03/2026), ia membagikan momen ziarah ke makam orang tuanya yang menyentuh hati.
Dalam suasana khusyuk, Eman terlihat menaburkan bunga di atas pusara, seraya memanjatkan doa. Di tengah kebahagiaan Hari Raya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa cinta dan bakti kepada orang tua tak pernah terputus oleh waktu.
"Salah satu dari tiga amalan yang tidak terputus adalah doa anak yang sholeh," tulisnya, menggarisbawahi pentingnya doa sebagai bentuk kasih sayang yang abadi.
Baca Lainnya :
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
Menurutnya, ziarah di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bukan hanya tradisi, melainkan kewajiban batin untuk mengenang jasa serta cinta orang tua yang telah lebih dahulu berpulang. Di balik gema takbir dan kebahagiaan Lebaran, tersimpan rindu mendalam yang hanya bisa terobati melalui doa.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan orang tua yang telah tiada, agar amal ibadah mereka diterima, kuburnya dilapangkan, dan diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Unggahan tersebut pun mendapat respons hangat dari masyarakat, yang turut larut dalam suasana haru dan mengamini doa yang dipanjatkan.
Di Hari Fitri yang suci ini, pesan yang disampaikan begitu kuat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang mengenang, mendoakan, dan menjaga ikatan cinta kepada orang tua, selamanya. ** (Agit)
















