- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama istri tercinta.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Momentum Idul Fitri 1447 H dimaknai dengan penuh haru oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman. Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Minggu, (22/03/2026), ia membagikan momen ziarah ke makam orang tuanya yang menyentuh hati.
Dalam suasana khusyuk, Eman terlihat menaburkan bunga di atas pusara, seraya memanjatkan doa. Di tengah kebahagiaan Hari Raya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa cinta dan bakti kepada orang tua tak pernah terputus oleh waktu.
"Salah satu dari tiga amalan yang tidak terputus adalah doa anak yang sholeh," tulisnya, menggarisbawahi pentingnya doa sebagai bentuk kasih sayang yang abadi.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
Menurutnya, ziarah di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bukan hanya tradisi, melainkan kewajiban batin untuk mengenang jasa serta cinta orang tua yang telah lebih dahulu berpulang. Di balik gema takbir dan kebahagiaan Lebaran, tersimpan rindu mendalam yang hanya bisa terobati melalui doa.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan orang tua yang telah tiada, agar amal ibadah mereka diterima, kuburnya dilapangkan, dan diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Unggahan tersebut pun mendapat respons hangat dari masyarakat, yang turut larut dalam suasana haru dan mengamini doa yang dipanjatkan.
Di Hari Fitri yang suci ini, pesan yang disampaikan begitu kuat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang mengenang, mendoakan, dan menjaga ikatan cinta kepada orang tua, selamanya. ** (Agit)

















