Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Wabup Rahmat Santoso Himbau Masyarakat Tetap Waspadai Gejala PMK .

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Penyakit Mulut dan Kuku atau Foot and Mouth Disease (FMD), menggegerkan dunia peternakan di tanah air, kasus penyakit ini pernah terjadi pada tahun 1986, dan PMK kembali melanda Indonesia diketahui sejak April 2022, berapa daerah seperti Jawa Timur terpaksa harus melakukan lock down (pembatasan dan pelarangan keluar masuk ternak seperti Sapi, Kambing, Kerbau dan Babi. Red ) Sejalan dengan kebijakan Pemprov. Jatim, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Wakil Bupati meminta kepada Kepala Dinas Peternakan melakukan pemantauan ketat dilapangan, Sabtu (14/05/22). Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso kepada wartawan mengatakan, sejak diketahui Penyakit Mulut dan Kuku, sejak saat itu juga Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kelautan agar memantau perdagangan sapi secara gabungan dengan Satgas Pangan. "Ini kita lakukan untuk antisipasi penyebaran PKM di Kabupaten Blitar, salah satunya dengan melarang hewan ternak dari daerah lain masuk Blitar agar tidak menularkan penyakit, mengingat kondisi Kabupaten Blitar daerah sentra terbesar ke dua di Jawa Timur, dan alhamdulillah kita masih aman dari PMK,” ujar Rahmat Santoso.
Meski belum diketemukan adanya kejadian PMK, Pemerintah Kabupaten Blitar tetap menghimbau agar masyarakat tetap waspada, saat ini jumlah populasi ternak sapi, terpantau ada150 ribu lebih. Selama ini Tim Satgas Pangan Kabupaten Blitar bersama TNI/Polri blusukan ke pasar hewan se Kabupaten Blitar, dan termasuk pemantauan ke seluruh Desa dan Kelurahan di 22 Kecamatan untuk pengecekan dan sosialisasi tentang gejala PMK.
Sedangkan Kepala Dinas Peternakanan Perikanan, Kelautan Kabupaten Blitar, Drs. Toha Mashuri, akan terus memantau setiap perkembangan yang terjadi dilapangan, petugas tehnis akan selalu siap mendatangi ke kandang ternak milik masyarakat apa bila ada laporan dengan tanda tanda hewan ternaknya yang mengarah terkena Penyakit Mulut dan Kuku, masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas tehnis lapangan di setiap kecamatan di Kabupaten Blitar.(za/mp)

.jpg)






.jpg)








