Breaking News
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Wabup Rahmat Santoso Himbau Masyarakat Tetap Waspadai Gejala PMK .

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Penyakit Mulut dan Kuku atau Foot and Mouth Disease (FMD), menggegerkan dunia peternakan di tanah air, kasus penyakit ini pernah terjadi pada tahun 1986, dan PMK kembali melanda Indonesia diketahui sejak April 2022, berapa daerah seperti Jawa Timur terpaksa harus melakukan lock down (pembatasan dan pelarangan keluar masuk ternak seperti Sapi, Kambing, Kerbau dan Babi. Red ) Sejalan dengan kebijakan Pemprov. Jatim, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Wakil Bupati meminta kepada Kepala Dinas Peternakan melakukan pemantauan ketat dilapangan, Sabtu (14/05/22). Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso kepada wartawan mengatakan, sejak diketahui Penyakit Mulut dan Kuku, sejak saat itu juga Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kelautan agar memantau perdagangan sapi secara gabungan dengan Satgas Pangan. "Ini kita lakukan untuk antisipasi penyebaran PKM di Kabupaten Blitar, salah satunya dengan melarang hewan ternak dari daerah lain masuk Blitar agar tidak menularkan penyakit, mengingat kondisi Kabupaten Blitar daerah sentra terbesar ke dua di Jawa Timur, dan alhamdulillah kita masih aman dari PMK,” ujar Rahmat Santoso.
Meski belum diketemukan adanya kejadian PMK, Pemerintah Kabupaten Blitar tetap menghimbau agar masyarakat tetap waspada, saat ini jumlah populasi ternak sapi, terpantau ada150 ribu lebih. Selama ini Tim Satgas Pangan Kabupaten Blitar bersama TNI/Polri blusukan ke pasar hewan se Kabupaten Blitar, dan termasuk pemantauan ke seluruh Desa dan Kelurahan di 22 Kecamatan untuk pengecekan dan sosialisasi tentang gejala PMK.
Sedangkan Kepala Dinas Peternakanan Perikanan, Kelautan Kabupaten Blitar, Drs. Toha Mashuri, akan terus memantau setiap perkembangan yang terjadi dilapangan, petugas tehnis akan selalu siap mendatangi ke kandang ternak milik masyarakat apa bila ada laporan dengan tanda tanda hewan ternaknya yang mengarah terkena Penyakit Mulut dan Kuku, masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas tehnis lapangan di setiap kecamatan di Kabupaten Blitar.(za/mp)

















