- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Kapolda PMJ Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta
- Tutup Rakor Karhutla di Teweh Selatan, Bupati Shalahuddin Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Usai Tembus ATH, Saham BBNI Bisa Mencapai Rp 6.000
.jpg)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menembus level tertinggi baru dalam sejarah (All Time High/ATH) di Rp 5.825 pada perdagangan intraday sesi I, Selasa (6 Februari 2024). Meski telah tembus ATH, saham berkode BBNI tersebut dinilai berpotensi untuk mencapai lebih dari Rp 6.000.
Rekor tertinggi baru harga saham BBNI menjadi tonggak sejarah baru bagi perseroan. Dalam tiga tahun terakhir, harga saham BBNI telah naik 91,74%, hampir mencapai dua kali lipat. Capaian tersebut melampaui dua bank besar lainnya seperti BBCA yang naik 50,55% dan BBRI yang melonjak 41,04%.
Capaian kinerja harga saham BBNI juga diikuti oleh penguatan fundamental perusahaan. Laba bersih BNI juga mencapai ATH pada tahun 2023, yaitu sebesar Rp 20,9 triliun, naik 14,2% dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar Rp 18,3 triliun.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- BNI Private Dinobatkan sebagai Best Private Bank in Indonesia 2026
Capaian tersebut sejalan dengan estimasi beberapa analis sekuritas. Pertumbuhan laba bersih didorong oleh penurunan beban provisi sebesar 20,1%, akibat kualitas aset yang menunjukkan perbaikan.
Untuk tahun 2024, manajemen BNI menargetkan penyaluran kredit dengan pertumbuhan 9-11%, Net Interest Margin (NIM) di atas 4,5%, serta beban biaya pencadangan kredit (cost of credit) di bawah 1,4%.
Pelaku pasar dari kalangan analis menyambut positif target manajemen BBNI tersebut dan optimis bahwa hal tersebut dapat dicapai.
Akhmad Nurcahyadi, analis KB Valbury Sekuritas, menyebut bahwa target penyaluran kredit tersebut dapat dicapai dan menyoroti likuiditas BNI yang melimpah, terutama disebabkan oleh peningkatan rasio CASA perseroan serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh melampaui industri.
Selain aspek likuiditas, faktor yang juga dicermati oleh pelaku pasar adalah adanya perbaikan kualitas aset yang diharapkan mendorong kinerja BBNI di tahun 2024.
"Metrik kualitas aset mengalami kenaikan yang signifikan, dengan turunnya NPL 70bp YoY menjadi 2,1%, LAR turun 310bp YoY menjadi 12,9%, dan CoC turun 50bp YoY menjadi 1,4% pada FY23, sejalan dengan panduan BBNI," tulis Handy Noverdianus dan tim analis CGS CIMB Sekuritas dalam laporan risetnya.
Sebagai informasi, rasio NPL BNI di akhir Desember 2023 mencapai 2,1%, membaik dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang mencapai 2,8%. Rasio kredit macet juga terus membaik secara kuartalan. Pada kuartal III-2023, rasio NPL BNI mencapai 2,3%.
Tidak hanya rasio NPL yang membaik, rasio kredit berisiko atau dikenal dengan Loan at Risk (LaR) bank dengan logo 46 tersebut juga menunjukkan perbaikan secara konsisten. LaR BBNI per akhir Desember 2023 mencapai 12,9%, turun dari 16% di 2022.
Perbaikan kualitas aset BNI tersebut membuat beban cost of credit BNI turun dari 1,9% di akhir Desember 2022 menjadi 1,4% akhir tahun lalu. Tahun ini, manajemen BBNI menargetkan cost of credit BBNI dapat di bawah 1,4% dan akan berada di level 1% dalam jangka panjang.
Upaya bank BUMN tersebut untuk terus meningkatkan kualitas aset juga turut diapresiasi oleh pelaku pasar.
Menurut Erni Marsella Siahaan, CFA analis Ciptadana Sekuritas, target BNI untuk mencapai rasio LaR 10% di 2024 dan mencapai single digit di 2025 sejalan dengan target bank untuk mencapai cost of credit di bawah 1% untuk jangka panjang.
"Kami telah merevisi estimasi laba kami untuk 2024/25F sebesar 3%, terutama karena asumsi CoC yang sedikit lebih baik," tulis Erni dalam laporan risetnya.
Erni memperkirakan laba bersih BNI dapat tumbuh 16,7% di tahun 2024 menjadi Rp 24,4 triliun. Sejalan dengan Ciptadana Sekuritas, CGS-CIMB Sekuritas juga memperkirakan laba bersih BNI di tahun ini berpotensi mencapai Rp 24,6 triliun.
Dengan adanya potensi pertumbuhan laba bersih hingga dua digit di 2024, kedua sekuritas tersebut mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI. Ciptadana Sekuritas memasang target price BBNI di Rp 6.300, setara dengan 1,4x Price to Book Value (PBV) BBNI di 2024, sedangkan CGS-CIMB mematok target harga BBNI di Rp 6.750, setara dengan 1,5x PBV. (Reporter: Achmad Sholeh Alek)







.jpg)



.jpg)




