- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
- Peredaran Narkoba Jadi Keprihatinan, Ardianto Soroti Dugaan Jaringan Narkoba hingga Wilayah Desa
- Ardianto Minta Bupati Perkuat Peran Kades dalam Pencegahan Narkoba
- Perkuat Sinergi Pertahanan Serumpun, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan PP Tentara Malaysia di Mako Kogabwilhan II
- Perkokoh Soliditas TNI, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan Kerja Danrem 091/ASN.
- Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Kootban Wilayah VII, Perkuat Sinergitas dan Koordinasi Pertahanan.
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurahman saat menghadiri peringatan HUT ke-11 Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) di Jakarta, Minggu (13/9).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Bisnis laundry yang terus berkembang di berbagai daerah dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Namun, pertumbuhan jumlah usaha perlu diimbangi dengan pemetaan pasar agar persaingan antarpelaku usaha tetap sehat dan bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) bersama asosiasi laundry lainnya mulai melakukan pemetaan sebaran usaha dan potensi pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Dorongan tersebut disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurahman saat menghadiri peringatan HUT ke-11 Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) di Jakarta, Minggu (13/9).
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Buka Peluang UKM Pertambangan Masuk Rantai Pasok Global
- Maman Abdurrahman Pastikan Bunga PNM Mekaar 8 Persen Berlaku Permanen
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- Menko PM Sebut MBG Serap 1,3 Juta Pekerja, UMKM Ikut Terlibat
- Kementerian UMKM Percepat Pemulihan Wirausaha Terdampak Bencana di Sumatera
Menurut Menteri UMKM, laundry kini tidak hanya menjadi layanan jasa, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat.
“Laundry sudah menjadi tren gaya hidup baru di masyarakat. Kita melihat hampir di semua daerah ada usaha laundry. Ini menunjukkan bahwa prospeknya positif dan terus berkembang,” ujar Menteri Maman.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa bertambahnya jumlah pengusaha laundry tidak otomatis membuat pendapatan seluruh pelaku usaha meningkat.
Pertumbuhan yang terlalu terkonsentrasi di wilayah tertentu justru dapat membuat persaingan semakin ketat dan berpotensi menimbulkan kanibalisasi pasar.
Karena itu, pemetaan diperlukan untuk mengetahui kapasitas pasar di masing-masing wilayah. Dengan data tersebut, ekspansi usaha dapat dilakukan secara lebih terukur.
“Jangan hanya mendorong pengusaha membuka laundry, tetapi juga perlu melihat dan mengatur sebarannya. Kalau di satu wilayah sudah terlalu banyak, pengusaha baru dapat diarahkan ke wilayah lain yang masih memiliki potensi. Dengan begitu, semua bisa tumbuh dan bertahan,” katanya.
Jaga Investasi dan Lapangan Kerja
Menteri UMKM menilai pemetaan sebaran usaha juga penting untuk membangun ekosistem bisnis yang sehat sekaligus melindungi investasi yang telah dikeluarkan para pelaku UMKM.
Keberlangsungan bisnis laundry, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemilik usaha. Sektor tersebut memiliki rantai ekonomi yang melibatkan pemasok bahan, penyedia peralatan, hingga tenaga kerja.
Ketika usaha laundry mampu bertahan dan berkembang, manfaat ekonominya juga dapat dirasakan oleh pekerja dan pelaku usaha lain yang berada dalam rantai bisnis tersebut.
“Ketika kita menghidupkan satu usaha, yang hidup bukan hanya satu orang. Usaha tersebut dapat menyerap dua, tiga, lima, bahkan lebih banyak tenaga kerja,” ujar Menteri UMKM.
Karena itu, menjaga keberlanjutan usaha laundry dinilai sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengusaha Laundry Didorong Akses KUR
Dalam sesi dialog, pengusaha laundry asal Riau sekaligus Ketua DPP ASLI Riau, Kabul Santosa, menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Merespons aspirasi tersebut, Menteri UMKM menyatakan pihaknya akan memfasilitasi asosiasi laundry dengan perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami akan memfasilitasi asosiasi dengan bank-bank penyalur KUR. Ini akan segera ditindaklanjuti oleh tim kami bersama asosiasi,” kata Menteri UMKM.
Fasilitasi tersebut diharapkan dapat membuka alternatif pembiayaan bagi pengusaha laundry untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.
Selain pembiayaan, para pelaku usaha juga menyampaikan aspirasi mengenai regulasi dan kebutuhan pendampingan. Kementerian UMKM akan mengkaji berbagai masukan tersebut dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait sesuai kewenangannya.
Menteri UMKM menegaskan, pengembangan sektor laundry harus ditempatkan sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM secara menyeluruh.
Pertumbuhan jumlah usaha, menurutnya, perlu dibarengi kemampuan membaca pasar, tata kelola bisnis yang baik, akses pembiayaan, pendampingan, serta ekosistem usaha yang mendukung keberlanjutan.
“Kementerian UMKM siap memberikan pelayanan dan dukungan kepada teman-teman yang bergerak di sektor laundry. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan UMKM dapat tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan,” ujar Menteri UMKM.(AS/MP).


.jpg)
.jpg)






.jpg)





