- Sekda Minta Jajarannya Bergerak Lebih Cepat!
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Open Turnamen Piala Panglima TNI Atlit PSHT Cabang Kota Blitar Borong 6 Medali Luar Biasa.
- Babinsa Koramil Ciledug Dan Serpong Bersama Komduk Aktif Patroli Malam.
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurahman saat menghadiri peringatan HUT ke-11 Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) di Jakarta, Minggu (13/9).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Bisnis laundry yang terus berkembang di berbagai daerah dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Namun, pertumbuhan jumlah usaha perlu diimbangi dengan pemetaan pasar agar persaingan antarpelaku usaha tetap sehat dan bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) bersama asosiasi laundry lainnya mulai melakukan pemetaan sebaran usaha dan potensi pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Dorongan tersebut disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurahman saat menghadiri peringatan HUT ke-11 Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) di Jakarta, Minggu (13/9).
Baca Lainnya :
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- KKN Unma Bongkar Jalan Baru UMKM Mekarjaya Merebut Pasar Digital
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Menurut Menteri UMKM, laundry kini tidak hanya menjadi layanan jasa, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat.
“Laundry sudah menjadi tren gaya hidup baru di masyarakat. Kita melihat hampir di semua daerah ada usaha laundry. Ini menunjukkan bahwa prospeknya positif dan terus berkembang,” ujar Menteri Maman.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa bertambahnya jumlah pengusaha laundry tidak otomatis membuat pendapatan seluruh pelaku usaha meningkat.
Pertumbuhan yang terlalu terkonsentrasi di wilayah tertentu justru dapat membuat persaingan semakin ketat dan berpotensi menimbulkan kanibalisasi pasar.
Karena itu, pemetaan diperlukan untuk mengetahui kapasitas pasar di masing-masing wilayah. Dengan data tersebut, ekspansi usaha dapat dilakukan secara lebih terukur.
“Jangan hanya mendorong pengusaha membuka laundry, tetapi juga perlu melihat dan mengatur sebarannya. Kalau di satu wilayah sudah terlalu banyak, pengusaha baru dapat diarahkan ke wilayah lain yang masih memiliki potensi. Dengan begitu, semua bisa tumbuh dan bertahan,” katanya.
Jaga Investasi dan Lapangan Kerja
Menteri UMKM menilai pemetaan sebaran usaha juga penting untuk membangun ekosistem bisnis yang sehat sekaligus melindungi investasi yang telah dikeluarkan para pelaku UMKM.
Keberlangsungan bisnis laundry, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemilik usaha. Sektor tersebut memiliki rantai ekonomi yang melibatkan pemasok bahan, penyedia peralatan, hingga tenaga kerja.
Ketika usaha laundry mampu bertahan dan berkembang, manfaat ekonominya juga dapat dirasakan oleh pekerja dan pelaku usaha lain yang berada dalam rantai bisnis tersebut.
“Ketika kita menghidupkan satu usaha, yang hidup bukan hanya satu orang. Usaha tersebut dapat menyerap dua, tiga, lima, bahkan lebih banyak tenaga kerja,” ujar Menteri UMKM.
Karena itu, menjaga keberlanjutan usaha laundry dinilai sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengusaha Laundry Didorong Akses KUR
Dalam sesi dialog, pengusaha laundry asal Riau sekaligus Ketua DPP ASLI Riau, Kabul Santosa, menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Merespons aspirasi tersebut, Menteri UMKM menyatakan pihaknya akan memfasilitasi asosiasi laundry dengan perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami akan memfasilitasi asosiasi dengan bank-bank penyalur KUR. Ini akan segera ditindaklanjuti oleh tim kami bersama asosiasi,” kata Menteri UMKM.
Fasilitasi tersebut diharapkan dapat membuka alternatif pembiayaan bagi pengusaha laundry untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.
Selain pembiayaan, para pelaku usaha juga menyampaikan aspirasi mengenai regulasi dan kebutuhan pendampingan. Kementerian UMKM akan mengkaji berbagai masukan tersebut dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait sesuai kewenangannya.
Menteri UMKM menegaskan, pengembangan sektor laundry harus ditempatkan sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM secara menyeluruh.
Pertumbuhan jumlah usaha, menurutnya, perlu dibarengi kemampuan membaca pasar, tata kelola bisnis yang baik, akses pembiayaan, pendampingan, serta ekosistem usaha yang mendukung keberlanjutan.
“Kementerian UMKM siap memberikan pelayanan dan dukungan kepada teman-teman yang bergerak di sektor laundry. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan UMKM dapat tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan,” ujar Menteri UMKM.(AS/MP).






.jpg)
.jpg)







