- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- DPRD Provinsi Maluku Desak Penertiban DAS Waitomu, Wajo: Konstruksi Harus Dibongkar
- Empat OPD Pemprov Maluku Dievaluasi, Komisi II DPRD Provinsi Catat Perkembangan Positif
- Solichin Tegaskan Legalitas Lahan Harus Tuntas Sebelum TPU Muslim Dibangun
Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan

Keterangan Gambar : Taman Kalijodo (istimewa).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta— Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti temuan botol minuman keras (miras) dan dugaan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan Taman Kalijodo, Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Dinas Pertamanan dan Hutan Kota serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk segera melakukan penertiban dan pembersihan kawasan tersebut.
Baca Lainnya :
- Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pramono Anung: Generasi Muda Harus Berani Memimpin
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Pemprov DKI, OJK, dan Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Financial Festival 2026
- Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global
- Pemprov DKI dan TNI/Polri Sepakat Dirikan Posko Pengamanan di Manggarai Cegah Tawuran
Langkah itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi Taman Kalijodo sebagai ruang terbuka hijau dan fasilitas publik yang aman serta nyaman bagi masyarakat, termasuk keluarga.
"Saya kebetulan sudah mendapatkan video tentang Kalijodo. Dan sebenarnya kemarin saya sudah minta kepada Dinas Pertamanan, Satpol PP untuk melakukan penertiban. Termasuk pungutan Rp10.000, termasuk beberapa botol-botol minuman yang ditemukan di tempat itu," ujar Pramono di Gedung PMI DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Pramono, proses pembersihan dan penertiban telah dilakukan sejak Rabu (16/9/2026). Ia memastikan kondisi kawasan tersebut pada Kamis sudah kembali bersih.
"Kalau dicek hari ini pasti sudah bersih karena dari kemarin saya sudah minta untuk dibersihkan," katanya.
Selain penertiban, Pramono juga meminta agar Taman Kalijodo segera direnovasi secara menyeluruh. Ia menilai pembenahan diperlukan untuk menjaga keberadaan taman sebagai salah satu ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pramono menyebut Taman Kalijodo merupakan salah satu peninggalan pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menurutnya perlu kembali diperbaiki dan ditata.
"Saya juga sudah minta untuk Kalijodo renovasi secara menyeluruh segera dilakukan karena memang apa pun saya melihat Kalijodo sebagai legacy peninggalan Pak Ahok, menurut saya hal yang sangat baik untuk dilakukan perbaikan kembali," tutur Pramono.
Penertiban tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memastikan fasilitas ruang terbuka publik tetap terjaga kebersihan, keamanan, dan fungsinya. Pemerintah daerah juga perlu melakukan pengawasan secara berkelanjutan agar fasilitas yang telah dibenahi dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai peruntukannya.(AS/MP).








.jpg)







