Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .

By Titus MP 17 Sep 2026, 16:52:15 WIB Jawa Timur
Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .

Keterangan Gambar : Nurhadi, Anggota Komisi IX DPR RI, menanggapi kasus dugaan keracunan siswa setelah mengonsumsi makanan MBG di Kota Blitar.


MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -Kasus keracunan diduga akibat Makan Bergizi Gratis ( MBG  ) di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Blitar yang menelan puluhan korban mendapat tanggapan dari Nurhadi Ketua Komisi IX DPR RI. Ketika dihubungi media menyatakan keprihatinan dan duka yang mendalam

"Saya prihatin dengan adanya laporan puluhan siswa di Kota Blitar yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Cik Ditiro," Ungkap Nurhadi.

Dikemukakan Nurhadi appalagi kalau benar hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan menemukan kandungan logam berat dalam sampel makanan, ini harus menjadi perhatian serius.

Baca Lainnya :

' Sejatinya Program MBG adalah program untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, jangan sampai justru menimbulkan risiko terhadap kesehatan mereka," Jlentrehnya.

Karena itu, Nurhadi meminta BGN, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, pengemasan sampai distribusi makanan.

"Jangan hanya mencari siapa yang salah. Yang jauh lebih penting adalah memastikan penyebabnya secara ilmiah dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,"tandasnya.

Nurhadi juga meminta seluruh biaya pemeriksaan dan pengobatan siswa yang terdampak jangan sampai menjadi beban orang tua. Negara harus hadir ketika penerima manfaat mengalami masalah kesehatan dalam pelaksanaan program pemerintah.

"Dan kalau nanti hasil laboratorium memastikan adanya kontaminasi yang berasal dari proses penyediaan MBG, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban yang jelas. Jangan sampai persoalan keselamatan anak dianggap sebagai kejadian biasa," Pungkas Nurhadi. 

Diberitakan sebelumnya terkait dugaan keracunan paska siswa memakan MBGDua sekolah yang melaporkan kejadian tersebut yakni SLB Negeri 1 Kota Blitar dan SMP Al Muhafizhoh. Makanan MBG yang dikonsumsi para siswa diketahui berasal dari SPPG Cik Ditiro, Yayasan Kemala Bhayangkari Kota Blitar.

Sumber Dinas Kesehatan Kota Blitar, mencatat dari 20 siswa yang mengalami keluhan, sebanyak 18 siswa sempat mendapatkan penanganan di tiga fasilitas kesehatan. Rinciannya, 16 siswa dibawa ke Puskesmas Kepanjenkidul, satu siswa ke RSUD Mardi Waluyo, dan satu lainnya mendapat perawatan di Klinik Siti Khodijah.

Sementara dua siswa lainnya disebut telah membaik setelah mendapat penanganan awal dan mengonsumsi air kelapa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, Endang Purwono, bersama stafnya, Yupi Anita Dewi, membenarkan adanya laporan siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG.

“Total ada 20 siswa yang mengalami keluhan. Sebanyak 18 siswa kami lakukan penanganan di fasilitas kesehatan, sedangkan dua lainnya kondisinya sudah membaik,” ujar Endang, ditemui di kantornya Kamis (17/09/26) kepada awak media.

Menurut keterangan pihak SLB Negeri 1 Kota Blitar, gejala mulai muncul beberapa saat setelah siswa menyantap makanan yang telah dibagikan.

Pihak sekolah awalnya tidak mengetahui adanya persoalan pada makanan tersebut. Bahkan, seorang guru sempat mencicipi menu sebelum kemudian mendapat informasi dari pihak SPPG agar makanan tidak lagi dikonsumsi.

“Sekitar pukul 08.30 WIB makanan datang. Guru juga sempat mencoba. Anak-anak sudah menerima dan sebagian sudah makan. Setelah itu baru ada informasi dari SPPG agar makanan tersebut tidak dikonsumsi,” kata Waka Sarpras SLN Negeri 1 Kota Blitar, Yulia.

Menu MBG yang dibagikan antara lain nasi, rolade telur, melon, tahu, serta tumis kacang.

Pihak sekolah kemudian segera menghentikan pembagian dan menarik makanan yang masih tersisa. Makanan yang telah telanjur dibagikan kepada siswa juga diminta untuk tidak dikonsumsi.

“Begitu ada informasi, kami langsung mengambil kembali makanan yang sudah dibagikan. Yang masih tersisa tidak dilanjutkan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Beberapa menit kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi lemas, bahkan terdapat siswa yang pingsan.

“Ada yang sakit perut, pusing, kemudian lemas. Karena anak-anak di sini berkebutuhan khusus dan tidak semuanya mudah menyampaikan apa yang dirasakan, ada yang akhirnya sampai lemas dan pingsan,” ungkapnya.

Salah satu siswa yang pingsan bahkan sempat dibawa ke RSUD Mardi Waluyo. Sementara siswa lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Kepanjenkidul dan Klinik Siti Khodijah.

Yulia memastikan seluruh siswa yang sempat mendapatkan perawatan telah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah semuanya sudah bisa pulang. Tidak ada yang meninggal. Jadi informasi yang menyebut ada anak yang masih dirawat atau menunggu pulang itu perlu diluruskan,” tegasnya.

Dinkes Kota Blitar kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Dari pengujian awal, Dinkes menyebut menemukan kandungan logam berat berupa arsen pada salah satu menu, yakni rolade telur.

Endang mengatakan, temuan tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan awal sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan kandungan dan kaitannya dengan kejadian yang dialami para siswa.

“Dari pemeriksaan awal terhadap sampel makanan, ditemukan adanya kandungan logam berat, yaitu arsen pada rolade telur. Namun ini masih pemeriksaan awal dan perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan hasilnya,” kata Endang.

Arsen merupakan unsur kimia golongan metaloid yang dalam kadar tertentu dapat bersifat toksik atau beracun bagi manusia.

Dinkes masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber kontaminasi serta hubungan antara temuan tersebut dengan keluhan kesehatan yang dialami siswa.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan dalam program MBG yang dikonsumsi siswa di dua sekolah sekaligus.

SPPG Cik Ditiro sendiri merupakan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari yang berlokasi di Jalan Cik Ditiro, Kota Blitar.  Hingga kini, pihak SPPG belum memberikan keterangan. 

Hingga kini, pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa serta memastikan sumber kandungan arsen yang ditemukan dalam sampel rolade telur. ( za/mp )




  • Diguncang Berbagai Isu, Elim Tyu Samba : Jangan Sentimen Pribadi Korbankan Atlet.

    🕔15:26:14, 17 Sep 2026
  • Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .

    🕔16:52:15, 17 Sep 2026
  • Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.

    🕔10:30:45, 16 Sep 2026
  • Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.

    🕔17:10:47, 16 Sep 2026
  • Rekanan Nakal Dipanggil Komisi II DPRD Kota Blitar ini Alasanya.

    🕔14:37:00, 15 Sep 2026