- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Tangerang Maryono saat membuka Sosialisasi Mitigasi Risiko Pekerjaan bagi PPK dan PPTK di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (17/9/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, TANGERANG- Setiap pekerjaan pemerintah bukan sekadar mengejar penyelesaian. Sejak perencanaan hingga pelaksanaan, seluruh proses harus sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, saat membuka Sosialisasi Mitigasi Risiko Pekerjaan bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (17/09/2026).
Maryono mengatakan, mitigasi risiko harus menjadi bagian dari kebiasaan kerja aparatur. Risiko perlu dikenali sejak awal agar potensi persoalan dapat diantisipasi, khususnya dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa.
Baca Lainnya :
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
“Kita ingin menyamakan pemahaman, memperkuat sistem, dan membangun kesadaran dalam menjalankan tugas. Karena itu, mitigasi risiko penting dalam setiap pekerjaan,” ujar Maryono.
Menurutnya, PPK dan PPTK harus memahami setiap tahapan pekerjaan dari awal hingga selesai, bukan sekadar memastikan pekerjaan terselesaikan atau proses tersahkan.
“Kenali risikonya sejak awal, siapkan langkah pengendaliannya dan lakukan pengawasan secara konsisten,” katanya.
Maryono, juga meminta PPK dan PPTK tidak ragu menjalankan tugas. Pemahaman terhadap aturan dan risiko, menurutnya, justru menjadi bekal untuk bekerja lebih yakin dan profesional.
“Dengan memahami risiko dan langkah pengendaliannya, kita tidak perlu ragu menjalankan pekerjaan. Yang penting, setiap proses dilakukan sesuai ketentuan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan, keberanian dalam bekerja harus tetap dibarengi dengan kepatuhan terhadap aturan.
“Yang menjadi PPK dan PPTK harus berani. Selama kita bekerja dengan benar, mengikuti aturan, dan memahami risikonya, Insya Allah kita tidak perlu takut,” tegasnya.
Maryono berharap, sosialisasi ini semakin memperkuat kapasitas PPK dan PPTK agar bekerja lebih cermat dan profesional, sehingga setiap pekerjaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari budayakan mitigasi risiko sejak perencanaan, agar pekerjaan lebih tepat guna dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(Tus)









.jpg)





