- Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan
- BRI Life Luncurkan Asuransi COZY, Premi Mulai Rp1.000 per Hari
- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan
- Lima Poin Penting Bupati Dalam Rakor Camat dan Kepala Puskesmas se Barito Utara
- Demi Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam.
- Kejar Target 11 Program Unggulan dan 12 Prioritas, Bupati Minta Jajaran Bergerak Cepat
- Puncak Hari Santri Nasional 2026 di Kab Tangerang Berlangsung Meriah.
- Catat Kinerja Positif Pada Semester 1-2026, JAPFA Perkuat Fondasi Pertumbuhan melalui Inovasi dan Efisiensi
- Kajari Kota Tangerang Sebut Pemberitaan Panti Pijat Mawar Bodas Ngaco.
- Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar
Tekan Dampak Sebaran Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca
Modifikasi Cuaca Erupsi Gunung Anak Krakatau

Keterangan Gambar : Gunung Anak Krakatau saat mengeluarkan letusan disertasi material abu vulkanik.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah ini bertujuan untuk meluruhkan dan menekan risiko dampak penyebaran abu vulkanik yang tersebar di sejumlah titik. OMC dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan, mengingat sejumlah bandara masih ditutup karena faktor keamanan dan keselamatan terkait dampak abu vulkanik.
"Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini hingga malam nanti. Dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini," ujar Kepala BNPB Suharyanto, dalam siaran pers yang dikutip, Senin (7/9/2026).
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan masyarakat sejumlah wilayah. Distribusi material vulkanik tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tetapi juga aktivitas lima penerbangan.
Baca Lainnya :
- Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan
- BRI Life Luncurkan Asuransi COZY, Premi Mulai Rp1.000 per Hari
- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan
- Lima Poin Penting Bupati Dalam Rakor Camat dan Kepala Puskesmas se Barito Utara
- Demi Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam.
Selain dengan penyemaian awan, teknik modifikasi cuaca yang dilakukan dengan water-mist yang diharapkan dapat menurunkan hujan di wilayah Jakarta, Banten dan Lampung.
BNPB, lanjut Suharyanto, telah mengirimkan sejumlah personel menuju lokasi terdampak dan memonitor secara langsung situasi daerah yang terpapar erupsi dan dampaknya terhadap masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Kepala BNPB Suharyanto juga meminta jajaran turut berkoordinasi guna melakukan kesiapan, termasuk perangkat, piranti lunak, peralatan, misalnya keberfungsian sirine, tempat evakuasi, rencana kontinjensi pada wilayah terdampak dan stok makanan yang dikelola pihak provinsi, kabupaten dan kota.
"Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong," tuturnya.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan belum ada pemerintah daerah yang terdampak menetapkan status kedaruratan bencana. Menyikapi aktivitas vulkanik yang berpotensi terus berlangsung, BNPB akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
BNPB juga telah mendistribusikan kebutuhan logistik dasar, termasuk masker, kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan memperhatikan kesehatan terkait pernafasan, mata dan kulit. Warga yang terpapar abu vulkanik dapat berdampak pada bagian tubuh tersebut. Budi Gunadi meminta warga dapat mengantisipasi apabila melakukan aktivitas luar rumah dengan perlindungan, seperti masker, kaca mata dan segera membersihkan diri sehabis beraktivitas di luar rumah.
"Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker," ujar Menteri Kesehatan.
Apabila ada masalah dengan pernafasan, Menteri Kesehatan telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah. Langkah-langkah antisipasi juga disampaikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi dampak kesehatan, termasuk pengaktifan pos komando kesehatan atau health emergency operation centre (HEOC).
Pantauan BNPB tiga kabupaten dilaporkan terdampak aktivitas vulkanik, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pandeglang.
Dampak Penerbangan
Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak pada aktivitas penerbangan. Otoritas bandara, Kementerian Perhubungan dan BMKG telah memantau sebaran abu vulkanik yang berbahaya terhadap aktivitas penerbangan.
Hingga saat ini, sebanyak 6 bandara masih ditutup sementara waktu. Kementerian Perhubungan akan memutakhirkan dan memantau setiap empat jam terkait dampak pada penerbangan.
Keenam bandara yang terdampak abu, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto (Tangerang), Pondok Cabe (Tangerang Selatan) Halim Perdanakusuma (Jakarta TImur), Raden Inten II (Lampung) dan Husein Sastranegara (Bandung).
BNPB mengimbau setiap pihak untuk tetap tenang, waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya erupsi gunung api. Publik diharapkan tidak terpancing oleh disinformasi dan miss informasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan kegaduhan. Masyarakat dapat mengakses informasi perkembangan aktivitas vulkanik dari instansi pemerintah, seperti BNPB, PVMBG, BMKG maupun BPBD setempat. (***)



.jpg)




.jpg)






