- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
Sekda: Guru Berkelas Hasilkan Pendidikan Berkualitas bagi Peserta Didik

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengungkapkan, setiap anak di Kota Tangerang tanpa terkecuali
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Tersedianya pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat di Kota Tangerang, menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mendukung suksesnya program Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengungkapkan, setiap anak di Kota Tangerang tanpa terkecuali, termasuk bagi anak yang berkebutuhan khusus atau siswa disabilitas, berhak mendapatkan pendidikan berkualitas.
"Pendidikan bagi siswa disabilitas dapat dilakukan dalam dua cara, bergabung dengan anak pada umumnya di sekolah reguler yang disebut pendidikan inklusif, atau mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan khusus atau sekolah luar biasa," terang Sekda, saat menutup kegiatan Pelatihan Tenaga Pendidik Bagi Guru SD dan SMP di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang di PPPPTK Penjas dan Bk, Bogor, Jumat (26/1/2024).
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Taklimat Presiden Prabowo kepada 800 Pati TNI-Polri: Perkuat Soliditas Hadapi Tantangan
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
Di Kota Tangerang, lanjut Herman, pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan bagi siswa disabilitas untuk mengenyam pendidikan yang sama dengan siswa lain, sesuai dengan program merdeka belajar di 79 sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMP.
"Jenjang TK 13 sekolah, 53 SD Negeri dan 13 SMP Negeri se-Kota Tangerang," bebernya, dalam acara yang diikuti sebanyak 30 guru SD dan 30 guru SMP.
Selain itu, Sekda, juga menjelaskan, merdeka belajar sebagai sebuah proses berpikir dengan menyesuaikan kebijakan untuk mengembalikan esensi dari asesmen pembelajaran oleh guru, yang bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik.
"Setiap guru harus tahu kemampuan dan potensi peserta didik yang berkaitan dengan tingkat kecerdasan emosi, sosial, budaya, bahasa dan lingkungan, sehingga hasil dari pembelajaran yang diberikan guru dapat melahirkan para siswa yang tak hanya cerdas tapi berakhlak mulia juga berdaya saing," tutup Sekda. ** (Jhn)







.jpg)







