- KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
- Warga Keluhkan Sulitnya Tanda Tangan Kades Kandawati dan Dugaan Jatah Rp1.200 per Meter
- Battle Mini Sound System Galang Dana Pembangunan Masjid Baitunnur
- Lepas Siswa Gen 64 MAN Barut, Bupati Tekankan Siap Hadapi Tantangan Global
- Ini Pesan Bupati Shalahuddin Saat Pelepasan Gen 64 MAN Barut
- Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
- Miskan : Halal Bihalal 1447 H Pemersatu Warga PSHT Hamemayu Hayuning Bawono
- Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
Sambo Sebut Richad Eliezer Tidak Tahu Kejadian di Magelang

Megapolitanpos.com, Jakarta- Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdi Sambo dalam sidang di PN Jaksel, Selasa(10/01) mengatakan Richad Eliezer tidak mengetahui peristiwa yang terjadi di Magelang.
Menurut Sambo hal tersebut ditanyakan ke Richard Eliezer sepulangnya dari Magelang.
" Sebagai ajudan apakah kamu mengetahui kejadian di magelang. Dia (Richard Eliezer) juga menjawab tidak mengetahui yang mulia," jawab Sambo dalam sidang kasusnya si PN Jaksel, Selasa(10/01/2023).
Baca Lainnya :
- Dugaan Kasus Korupsi bansos, DPRD Akan Panggil Perumda Pasar Jaya
- Terbukti Bersalah, Jaksa Juga Tuntut Terdakwa Ricky Rizal Hukuman 8 Tahun Penjara
- JPU, Kuat Maruf dituntut 8 tahun Penjara
- Demo di PN Jaksel, AMPPUH Dorong Masyarakat Awasi Jalannya Sidang Kasus Sambo
- Tim PH Richard Eliezer Berharap Tuntutannya Harus Sesuai Fakta Persidangan
Sambo kembali menegaskan, saat tersebut dirinya emosi dan marah, karena sebagai ajudan yang biasa mendampingi pimpinan tidak bisa menjaga istrinya (PC).
" Saya waktu itu masih emosi dan marah, kenapa mereka ini sampai tidak bisa menjaga karema tigasnya sudah sering mendampingi pimpinan tapi ini justru terjadi kepad istri saya," jelas Sambo.
Selanjutnya Sambo sampaikan pada Richard untuk membackup dirinya, kalau dirinya konfirmasi kepada Brigadir Joshua.
" Akhinya saya sampaikan kepada richard, richad apa kamu siap back up saya saat saya konfirmasi ke yosua, apabila dia melawan kamu siap nembak ngga kemudiam richad menjawan saya siap pak. Selanjutnya saya perintahkan untuk turun," kata Sambo.
• Pagar Tembok*
Hakim selanjutnya bertanya tentang kesaksian Ferdy Sambo yang melihat Brigadir Joshua, menurut hakim adalah tidak mungkin Ferdy Sambo dapat melihat sedangkan posisinya masih di dalam mobil.
" Saudara terdakwa, kemarin kami pergi bersama JPU dan penasihat hukum saudara menuju rumah saudara di jalan duren tiga, termasuk di saguling. Kalau dari keterangan saudara yang disampaikan, saudra melihat yosua sementara saudra di dalam mobil.
Setelah kami perhatikan dan kita lihat rekaman bersama cctv. Sepertinya cerita saudara itu tidak mungkin. Kenapa saya bilang tidak mungkin. Karena kalau saudra duduk di dalam mobil, tembok pagar rumah saudara di duren tiga itu terlalu tinggi untuk dilihat dari luar," tanya hakim.
Kemudian Sambo menerangkan bahwa dirinya melihat setelah brigadir Joshua masuk kembali setelah keluar.
" Mohon maaf yang mulia, pada saat cctv kan yosua sempat keluar saya lihat. kemudian dia masuk kembali, pada saat itulah kemudian pada saat kembali ke depan pagar jadi pintu itu belum tertutup jadi saya melihat," terang Sambo.(ASl/Red/MP).










.jpg)






