- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
RSUD Kota Tangerang Gelar FGD Di Harus TBC Sedunia

Keterangan Gambar : Hari Tuberkulosis atau TBC 2023 di Aula RSUD
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Hari Tuberkulosis atau TBC 2023 di Aula RSUD. Kamis (23/03/2023).
Hari TBC kali ini mengangkat tema Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa. Dengan demikian, RSUD Kota Tangerang bertekad untuk menumpaskan angka penderita TBC, khususnya di Kota Tangerang.

Baca Lainnya :
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD Kota Tangerang dr. O.U Taty Damayanti, dr. Virginia Spesialis Paru, perwakilan dari Dinas Kesehatan, 50 orang Kader, dan 27 Pasien.
Direktur dr. O.U Taty Damayanti, mengatakan, FGD ini memberikan pengetahuan tentang TBC RO (Resisten Obat) dari berbagai aspek bahasan. Kegiatan ditujukan kepada pasien dan kader yang mengantar untuk menguatkan komitmen dalam menjalani pengobatan. Selasa Lalu (21/03)

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, pasien memperoleh pengetahuan tentang penyakitnya, mengakrabkan hubungan pasien dengan pelaksana layanan," ujarnya.
Menurutnya, TBC menjadi concern bagi pihaknya. Karena selain penyakit tersebut bisa menularkan, pengobatannya pun tidak mudah.
"Gampang sekali menular di lingkungan keluarga, sekolahan, tempat kerja, maupun tempat umum. Dan yang repotnya TB ini, pengobatannya tidak sebentar, minimal 6 bulan, itupun TB biasa. Sedangkan TB RO, bisa 1 sampai 2 tahun. Dan pengobatannya itu, efek sampingnya besar, sehingga banyak pasien-pasien drop out," jelasnya.
Maka itu, dr. O.U Taty juga meminta agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), supaya penyakit TBC dapat tereliminasi di tahun 2030.

"Semoga kita bisa mencapai menurunkan 90 persen angka kasus TBC di tahun 2030," harapnya.
Rangkaian pada kegiatan hari ini juga melakukan 23 skrining bagi menderita kencing manis. Kemudian, tanggal 24 Maret 2023 ada edukasi untuk anak-anak yang menderita TBC.
"Karena itu (kencing manis) hampir beresiko terhadap TBC. Jadi hari ini ada 23 skrining yang kita lakukan foto rontgen," katanya.
"Nah itulah peran nakes untuk melakukan edukasi kepada pasien agar taat minum obat. Karena kalau TB biasa tidak minum obat, akan menjadi Resisten Obat. Bisa lebih parah lagi pengobatannya," pungkasnya. ** (Nan)








.jpg)
.jpg)






