Breaking News
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
Resmob Polda Metro Bekuk Kawanan Rampok Ruko Elektronik Pancoran Mas Depok

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Polisi berhasil membekuk kawanan rampok yang telah menguras harta pemilik ruko (rumah toko) elektronik di Pancoran Mas, Kota Depok. Sebanyak 5 perampok ditangkap oleh Resmob Polda Metro Jaya, masing-masing berinisial JS, MS, D, WJ, dan RS. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, perampokan itu terjadi pada Selasa, 1 Maret 2022, sekitar pukul 03.00 WIB. Para pelaku, lanjut Zulpan, dalam aksinya berbagi peran. "JS sebagai kapten, dia masuk ke rumah dan mengancam korban. MS masuk ke rumah mengancam korban. Pelaku ketiga (D) mengancam korban. WJ mengawasi sekitar lokasi. RS menyediakan alat transportasi dan mengawasi situasi," beber Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta (4/3/2022). Saat aksi perampokan terjadi, lanjut Zulpan, ada sejumlah karyawan toko yang tinggal di ruko tersebut. Mereka pun diancam oleh para pelaku. "Mereka (karyawan toko) diikat dengan kain sarung yang dirobek-robek jadi tali. Kemudian para pelaku naik ke lantai berikutnya dan menemui pemilik ruko pasangan suami istri," ujarnya. Dari lantai atas, pelaku mendapati berangkas lalu meminta paksa korban memberikan pin berangkas tersebut. "Dalam berangkas ada uang senilai Rp 140 juta dan sebuah jam mewah merek G Shock. Semuanya diambil oleh para pelaku," ungkap Zulpan. Setelah berhasil mengambil harta benda korban, sambung Zulpan, mereka meninggalkan lokasi atau TKP. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya linggis, rencong, jam tangan, satu unit mobil, rekaman CCTV serta uang tunai Rp 40 juta sisa kejahatan. Atas perbuatannya, kelima pelaku yang telah ditetapkan tersangka, dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). "Ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara," terangnya.

















