- Kadis Kominfosandi, Pers Jadi Mitra Pembangunan dan Penjaga Demokrasi
- Hearing Jembatan Lahei, Nurul Anwar Tekankan Aspek Pemerataan
- Hearing Jembatan Lahei, Dewan Taupik Minta Tidak Ada Asis
- DPRD Barito Utara Gelar Hearing Proyek Multiyear Jembatan Lahei
- Jelang Idul Adha 1447 H, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Imbau Warga Cermat Memilih Hewan Kurban
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Wamendag Roro Dorong Ekspor Produk Mamin RI di SIAL Shanghai 2026
- Kemenkop Siap Koreksi Pelaksanaan KDKMP, Dorong Peran Aktif Masyarakat
- Raker DPR,Menteri Maman Paparkan Kinerja Semester I 2026, Penyaluran KUR Tembus Rp105,8 Triliun
- Alokasi Dana Desa Sumber Untuk Ketahanan Pangan Kambing Sebesar 20 Persen
Ratusan Pengemudi Ojol Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Balai Kota Depok
BPJS Ketenagakerjaan Ojol

Keterangan Gambar : Tampak ratusan pengemudi ojek online (OJOL) sedang menerima penjelasan dari petugas BPJS Ketenagakerjaan.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok - Ratusan pengendara ojek online (ojol) yang tergabung dalam Organisasi Ojek Online Indonesia (O²) wilayah Jabodetabek mengikuti program pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Balai Kota Depok, Selasa (23/12/2025).
Sedikitnya ada 200 pengemudi ojol mendaftar untuk menjadi peserta program tersebut yang bertujuan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya terhadap risiko kecelakaan kerja di jalan raya.
Ketua Umum (Ketum) Organisasi O², Cecep Saripudin mengatakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan penting bagi pengemudi ojol yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi.
Baca Lainnya :
- Kadis Kominfosandi, Pers Jadi Mitra Pembangunan dan Penjaga Demokrasi
- Hearing Jembatan Lahei, Nurul Anwar Tekankan Aspek Pemerataan
- Hearing Jembatan Lahei, Dewan Taupik Minta Tidak Ada Asis
- DPRD Barito Utara Gelar Hearing Proyek Multiyear Jembatan Lahei
- Jelang Idul Adha 1447 H, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Imbau Warga Cermat Memilih Hewan Kurban
"Pengemudi ojol setiap hari bekerja di jalan. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki perlindungan jika terjadi kecelakaan saat bekerja," ujarnya.
Ia berharap rekan-rekan pengemudi ojol lain juga dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cikarang, Muhyiddin DJ, menyebut kolaborasi dengan Organisasi O² menjadi langkah untuk memperluas perlindungan bagi pekerja sektor informal.
"BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian dengan iuran Rp 16.800 per bulan," paparnya.
Program pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol ini rencananya akan terus disosialisasikan ke berbagai wilayah di Jabodetabek. (***)

















