- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
RW 02 Tirtajaya Depok Gelar Pra Musrenbang 2026, Serap Aspirasi Warga hingga Tingkat DPRD

Keterangan Gambar : RW 02 Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok, menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang)
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok – RW 02 Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok, menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) dengan melibatkan seluruh Ketua RT 01 hingga RT 09 serta unsur pengurus lingkungan, mulai dari Posyandu, Karang Taruna hingga PKK.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (14/12/2025) di Aula Restaurant Sampireun, Depok, Jawa Barat. Pra Musrenbang menjadi forum strategis dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Baca Lainnya :

Dalam forum ini, berbagai usulan pembangunan fisik dan nonfisik dari masyarakat dihimpun dan dibahas, termasuk sektor infrastruktur, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga program dana kelurahan berbasis RW dengan alokasi mencapai Rp300 juta per RW.
Ketua RW 02 Kelurahan Tirtajaya, Widodo, menekankan pentingnya peran Ketua RT dan pengurus lingkungan dalam menyerap aspirasi warga di wilayah masing-masing.
“Saya berharap para Ketua RT dan pengurus lingkungan seperti PKK dan Posyandu benar-benar menyusun kebutuhan masyarakat yang perlu bantuan pemerintah, misalnya jalan berlubang atau rusak yang membahayakan warga. Itu bisa diajukan dan tidak selalu membutuhkan anggaran besar,” ujar Widodo.
Widodo menegaskan bahwa seluruh usulan dari RT dan pengurus lingkungan akan dirangkum untuk kemudian dibahas dan disepakati pada Musrenbang tingkat kelurahan hingga kota.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya untuk mengajukan usulan. Jika belum terealisasi di anggaran 2025, maka akan diajukan kembali untuk 2026 dan didorong hingga ke DPRD,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tirtajaya, Bahruroji, menegaskan komitmen LPM dalam memperjuangkan aspirasi warga agar dapat direalisasikan pemerintah.
“Kami melihat urgensi setiap usulan masyarakat. Contohnya pembangunan turap di bantaran Sungai Ciliwung RT 08 RW 02 yang seharusnya direalisasikan 2026, namun karena mendesak untuk mencegah longsor dan banjir, akhirnya bisa direalisasikan di anggaran 2025 dan ditargetkan rampung akhir tahun ini,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, para Ketua RT dan pengurus lingkungan diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, koreksi, serta usulan program untuk tahun anggaran 2026.
Ketua RT 08 RW 02, Sugianto, menyampaikan apresiasi atas kinerja RW dan LPM yang dinilai konsisten merealisasikan kebutuhan warga.
“Kami sangat mengapresiasi RW 02 dan LPM. Banyak program Musrenbang yang sudah dirasakan warga, seperti pembangunan jembatan oranye, RTLH, septik tank, hingga turap di bantaran Sungai Ciliwung. Jika dihitung, nilainya sudah lebih dari Rp4 miliar selama empat tahun terakhir,” ungkapnya, disambut tepuk tangan peserta rapat.
Diketahui, Musrenbang bertujuan untuk menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah, menyerap aspirasi masyarakat, menyelaraskan program pembangunan pusat dan daerah, serta menetapkan kesepakatan program prioritas untuk tahun anggaran berikutnya.
Adapun contoh usulan yang kerap diajukan meliputi pembangunan drainase, penerangan jalan, perbaikan trotoar ramah disabilitas, peningkatan layanan Posyandu, hingga program pemberdayaan anak dan masyarakat marginal.
Musrenbang untuk tahun anggaran 2026 sendiri telah mulai dilaksanakan di berbagai kelurahan dan kecamatan di Kota Depok, seiring dengan proses pembahasan APBD 2026 di DPRD Kota Depok. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)













