Breaking News
- Polres Majalengka Musnahkan 2.700 Botol Miras, Total Tembus 20 Ribu
- Sekda Minta Jajarannya Bergerak Lebih Cepat!
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Open Turnamen Piala Panglima TNI Atlit PSHT Cabang Kota Blitar Borong 6 Medali Luar Biasa.
- Babinsa Koramil Ciledug Dan Serpong Bersama Komduk Aktif Patroli Malam.
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
Reses Ketua DPD RI- AA Lanyala M Mataliti Berseru Amandemen Konstitusi UU 1945 tentang Pilpres

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI kembali berujar tentang wacana melakukan amandemen terhadap konstitusi UUD 1945, tentang penyelenggaraan Pemilihan Presiden di kontestasi 2024, hal ini di sampaikan AA La Nyalla M Mattalitti saat mengadakan reses di Blitar, berkunjung di kantor Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia Pembangun (Gapeknas ) di jalan Maluku desa Kuningan Kecamatan Kanigoro, pada hari Senin 20 Desember 2021, yang didampingi oleh Henrin Mulat Wiyati selaku Ketua Gapeknas . Menurut La Nyalla, UUD 1945 yang sudah empat kali mengalami perubahan dalam kurun waktu 1999-2002 itu, masih banyak kekurangan dan dipandang perlu dilakukan perbaikan, karena selama ini telah banyak merugikan banyak pihak terlebih bagi kandidat yang tidak direkomendasikan oleh Partai Politik, oleh karenya La Nyalla pun menyebutnya dengan rencana amandemen UU no 7 thn 2017 yang tidak memihak terhadap hak berdemokrasi secara utuh, sehingga harus diamandemen . “Saya yang dari DPD RI terus berjuang untuk membuat amandemen konstitusi yang ke-5, ini bukan berarti mengubah UUD, tapi kami ingin memperbaiki, ingin mengoreksi sesuatu yang salah,”ucapnya Masih kata La Nyala, satu poin dalam pernyataanya, menurutnya perlu direvisi adalah, terkait tidak adanya wewenang dari lembaga Negara yang di pimpin saat ini, sedangkan DPD RI, DPR RI dan Presiden, sama-sama dipilih langsung oleh rakyat, namun yang memiliki wewenang hanyalah Presiden dan DPR RI, sementara DPD RI tidak memiliki wewenang apa apa terkait penyelenggaraan itu "Yang mendorong kami agar dilakukan amandemen ke-5, berkaitan dengan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Setelah empat kali amandemen, calon Presiden dan Wakil Presiden hanya bisa diusung oleh partai politik (Parpol). Sementara disisi lain menyebutkan, Setiap warga Negara memiliki kesempatan untuk memilih dan dipilih. Karena itu, melalui amandemen yang diwacanakan La Nyalla saat ini, akan didorong lahirnya calon presiden dan calon wakil presiden dari jalur non Parpol. “Sementara saya dianggap sebagai pendekar mabuk ngak apa-apa, tapi yah nanti pada saatnya Allah membuka hati nurani semua rakyat Indonesia, tambah pintar dan yakinlah Indonesia akan bertambah makmur, jika memang tuhan mentakdirkan saya dan bisa maju jadi presiden dari jalur non partai, saya juga siap maju di pilpres 2024, kan saya sudah disiapkan sejak lahir, oleh Tuhan,” pungkasnya. ( za/mp )


.jpg)




.jpg)
.jpg)







