Breaking News
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
Rakercab Abpednas Kabupaten Blitar, Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Blitar-Sesuai Tupoksinya Abpednas sebagai media dan sekaligus sebagai wadah aspirasi bagi lembaga di desa (BPD) untuk menuju tata kelola Pemerintahan yang baik & Good & Governance, Abpednas menggelar Rakercab DPC yang diikuti 250 anggota BPD se Kabupaten Blitar, pada Minggu ( 20/02/22). Lembaga yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) diharapkan bisa berfungsi sebagai alat komunikasi dan sekaligus sebagai wadah aspirasi dari seluruh BPD di Kabupaten Blitar, untuk menuju sistem pemerintahan di masing-masing desa lebih maju dan berkembang, demikian yang disampaikan oleh Ketua Abpednas Abdul Syukur melalui Sekertaris Abpednas Sugiono kepada media pada Senin (21/02/22) di Kanigoro. "Kami ingin menyamakan persepsi dalam menyerap aspirasi, inspirasi dan pengawasan, dengan elemen 8 elemen dasar, dan tiga hal penting dalam progresnya bidang itu seperti litbang, bidang hukum dan lainya, untuk melaksanakan instrumen yang sudah ada ini agar memiliki tujuan yang tegak lurus untuk kemajuan lembaga di desa, kita bisa belajar bareng sesuai Permendagri no.73 tahun 2020 ttg pengawasan keuangan desa, kita ingin semua bisa diimplementasikan antara Abpednas bersama BPD, untuk bisa dipelajari sinau bareng, tentunya juga dukungan SDM berkualitas," ungkapnya. Abpednas kedepannya juga diharapkan mampu menjadi penggerak regulasi dan patner BPD dalam menterjemahkan semua aturan pengendalian managemen pemerintahan mulai dari tingkat desa sampai ke pemerintah pusat. Sugiono juga menjelaskan bahwa Abpednas yang baru terbentuk satu tahun ini dalam mengemban misinya mengacu dengan AD - ART yang terdiri atas 8 bidang, Abpednas juga diharapkan bisa menyelesaikan persoalan. Sekaligus memberikan solusi kepada BPD di setiap desa, saling bersinergi untuk pengembangan potensi desa serta meningkatkan kualitas SDM. "Fungsi tugas dan kewajiban pokok dari BPD itu apa,sehingga tidak terjadi seperti tahun sebelumnya, BPD banyak yang vakum bahkan seringkali terkesan terabaikan," pungkasnya.(za/mp)

















