- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
Pj.Gubernur DKI Pastikan Penertiban PKL Kota Tua dilakukan Konsisten

Keterangan Gambar : Pj.Gubernur DKI Heru Budi
Megapolitanpos.com, Jakarta: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Kota Tua dilakukan secara konsisten. Upaya ini dilakukan agar PKL tak berjualan di jalur pedestrian pengunjung Kota Tua.
"Sudah ditertibkan oleh Pak Walkot dan (dilakukan) konsisten," kata Heru Budi usai meninjau Tanggul Pantai Kalibaru di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (20/1/2023).
Heru berharap para PKL berdagang di lokasi yang telah disediakan. Sementara, Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menjamin jalur pedestrian di Kawasan Kota Tua bersih dari PKL.
Baca Lainnya :
Hal ini merespons video viral yang memperlihatkan PKL menjamur di kawasan tersebut. "Mulai dari Senin kemarin sampe sekali suda tidak ada, saya berada di situ, bekerja di situ mulai Senin saya bekerja di Kota Tua," kata Yani kepada wartawan, pada Kamis (19/1/2023).
Yani bahkan terus memantau kondisi Kota Tua dari waktu per waktu. Hasilnya, tak ada lagi PKL bandel yang menjamur di kawasan itu.
Ia bahkan rutin melaporkan kondisi tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta. Adapun lokasi yang dipantaunya dari Jalan pintu Besar Utara, Jalan Kunir, Jalan Kemukus, Jalan Lada, hingga kawasan zona merah berdagang.(ASl/Red/Mp)










.jpg)





